1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Paus Meminta Maaf Atas Skandal di Irlandia

Setelah berdiam lama, Paus Benediktus akhirnya menyatakan penyesalannya atas skandal pelecehan seksual di Irlandia. Ia juga menginstruksikan penyelidikan tanpa mengomentari skandal di Jerman. Kritik pun bermunculan

default

Paus Bendiktus XVI

Paus Benediktus XVI meminta ampunan kepada korban pelecehan seksual di Irlandia dan menuntut hukuman yang pantas bagi pelaku. "Dengan nama gereja, saya menyatakan rasa malu dan penyesalan yang kita semua rasakan," begitu dalam surat pribadinya kepada gereja Katholik Irlandia.

Dalam tulisan yang dipublikasikan di Roma Sabtu (20/3) kemarin Sri Paus mengungkapkan "rasa kaget dan terluka" atas "perbuatan berdosa dan kriminal" yang dilakukan oleh anggota gereja.

Baru tahun lalu media Irlandia serempak melaporkan bahwa tindak pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di gereja-gereja Katholik telah ada sejak tahun 1930. Hingga saat ini pemerintah Irlandia memperkirakan terdapat 14.500 korban pelecehan seksual.

Terhadap sejumlah keuskupan, seminari, dan ordo di Irlandia, Paus Benediktus menginstruksikan penyelidikan oleh Vatikan. Meski demikian Sri Paus juga menegaskan, masalah pelecehan seksual "tidak hanya terjadi di Irlandia atau di gereja saja."

Dalam suratnya Paus tidak berkomentar apapun terhadap skandal pelecehan seksual di gereja Katholik Jerman.

"Malu dan tanpa hormat"

Gereja Katholik di Jerman harus menghadapi krisis ini dengan keberanian dan tekad bulat. "Tidak seorangpun berharap, situasi yang menyakitkan ini akan segera berakhir," tulis Sri Paus.

Saat bersamaan ia juga menyatakan kesediannya untuk bertemu langsung dengan para korban. Menurutnya mereka telah terlalu lama "menderita, dan saya sangat menyesalkan hal itu." Ia juga memahami, bahwa derita para korban terlalu besar untuk sebuah pengampunan. Meski demikian Sri Paus meminta mereka untuk yakin terhadap kekuatan penyembuh Yesus Kristus.

Pesan terselubung bagi Jerman

Ketua umum Konferensi Keuskupan Jerman, Uskup Agung Robert Zollitsch menilai surat Sri Paus juga menyimpan pesan bagi gereja Katholik di Jerman. Pernyataan Sri Paus kepada umat Katholik di Irlandia, juga "berlaku bagi semua gereja dan sangat jelas mengandung pesan bagi gereja Katholik di Jerman," ujar Zollitsch.

Mekanisme wajib lapor dalam kasus pelecehan seksual anak-anak yang baru-baru ini disusun oleh keuskupan Bayern juga akan berlaku di seluruh keuskupan di Jerman. Dalam hal ini pihak gereja bekerjasama erat dengan kejaksaan.

Selama ini gereja baru melaporkan kasus kriminal kepada kejaksaan baru setelah terdapat bukti kuat. Selain itu gereja juga bisa mengabaikan laporan jika korban pelecehan menolaknya.

Gereja Katholik Jerman melaporkan semakin banyak jumlah korban pelecehan seksual. Sejak terungkapnya kasus kekerasan seksual di sekolah Canisius di Berlin akhir Januari lalu, saat ini terdapat 250 kasus yang dilaporkan.

Kebanyakan merupakan kasus dari dekade 50-an hingga 80-an yang tidak lagi dapat diperkarakan. Majalah berita "Der Spiegel" melaporkan, kejaksaan di Jerman saat ini sedang menyidik sedikitnya 14 pastor atas dugaan pelecehan seksual.

RN//ap/afp/dpa