1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Paus Ingin Ubah Mental Vatikan

1 Oktober 2013

Paus Fransiskus berjanji melakukan apapun dengan kekuasaannya untuk mengubah mentalitas Vatikan, sambil mengeritik gereja yang dianggap terlalu sibuk dengan kepentingan sendiri.

https://p.dw.com/p/19sDl
Foto: REUTERS

Paus juga mengungkapkan bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk menolak, saat rekan-rekannya sesama kardinal memilih dia sebagai Paus pertama yang berasal dari non Eropa, selama 1.300 tahun sejarah Vatikan.

Dalam wawancara panjang dengan editor ateis surat kabar berhaluan kiri La Repubblica, ia mengatakan bahwa terlalu banyak Paus sebelumnya dalam sejarah gereja katolik yang “narsis”, membiarkan diri mereka terbuai oleh para pembantu dekat “orang istana”.

Dalam wawancara, Paus Fransiskus mengatakan bahwa ia menginginkan sebuah gereja misi dengan semangat modern yang bisa memberi harapan bagi orang miskin, generasi tua dan muda.

Vatikan-sentris

“Istana Tahta Suci adalah kusta bagi ke-Paus-an,” kata Fransiskus, yang membawa gaya baru keterbukaan, konsultasi dan kesederhanaan ke dalam dunia ke-Paus-an.

Wawancara itu dilakukan pekan lalu di kediaman Paus, di sebuah rumah tamu Vatikan, saat ia akan memulai tiga hari pertemuan tertutup dengan delapan kardinal dari seluruh dunia untuk membantunya mereformasi masalah administrasi Vatikan yang dikenal sebagai Kuria.

Ada sejumlah “orang istana” diantara administrator Kuria, kata dia, tapi cacat utama Vatikan adalah sifat yang terlalu “melihat ke dalam”.

“Ini terlihat dari kepentingan Vatikan, yang masih, sebagian besar berupa kepentingan duniawi. Visi Vatikan-sentris ini mengabaikan dunia di sekitarnya, dan saya akan melakukan apapun untuk mengubah itu,“ kata dia.

Papst Messe zu Pfingstsonntag 2013
Paus Fransiskus: terlalu banyak Paus sebelumnya yang terbuai oleh bisikan pembantu dekat "orang istana"Foto: Reuters

Fransiskus mengatakan delapan kardinal yang ia pilih menjadi dewan penasihat tidak memiliki motif pribadi.

"Mereka bukan orang istana, tapi orang-orang bijak yang terinspirasi oleh perasaan yang sama. Ini adalah awal gereja dengan organisasi yang tidak hanya vertikal tapi juga horizontal,” kata dia.

Sempat ingin menolak

Bicara mengenai keyakinan pribadinya, Fransiskus mengatakan: ”Tuhan Katolik itu tidak ada…

“Saya percaya Yesus Kristus, inkarnasi-Nya. Yesus adalah tuan saya dan pastor saya, tapi Tuhan, bapa… adalah cahaya dan sang pencipta. Itu yang saya yakini.”

Dalam wawancara, Paus asal Argentina itu mengatakan bahwa pada malam rekan-rekan kardinalnya memilih ia di Kapel Sistina pada 13 Maret -- sebelum akhirnya secara resmi menerima, ia minta diizinkan untuk pergi seorang diri ke ruangan sebelah.

“Kepala saya betul-betul kosong dan rasa cemas yang besar mendatangi saya. Untuk mengusirnya dan membuat lebih tenang, saya menutup mata dan semua pikiran itu hilang, termasuk soal tidak mau menerima (hasil pemilihan), yang dalam prosedur liturgi diperbolehkan,” kata dia.

Pada 19 September, jurnal Jesuit menerbitkan wawancara tekenal dengan Paus Fransiskus di mana ia mengatakan bahwa gereja katolik harus menyingkirkan obsesi dalam soal pengajaran mengenai aborsi, kontrasepsi dan homoseksualitas dan harus lebih menampilkan belas kasih.

ab/hp (afp,ap,rtr)