1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Patroli Australia Kirim Pengungsi Bangladesh Kembali ke Indonesia

Patroli Australia menyelamatkan enam pengungsi Bangladesh yang memasuki perairannya dan kapalnya hampir tenggelam. Mereka lalu dikirim dengan kapal nelayan kembali ke perairan Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengajukan kritik atas langkah Australia mengirim balik pengungsi. Hal itu dianggap bisa membahayakan keselamatan para pengungsi.

Enam pria dan dua awak kapal Indonesia diberitakan bertolak dari Kupang pekan lalu menuju Australia.

Flüchtlingsboot vor der australischen Küste

Marinir Australia menarik kapal pengungsi dekat Pulau Natal (2013)

Setelah tiga hari berlayar, mereka mencapai perairan Australia dan mengalami kerusakan kapal. Ketika perahunya hampir tenggelam, mereka diselamatkan patroli perbatasan Australia

"Kapal bea cukai Australia kemudian memasuki perairan Indonesia dan memindahkan para pria itu ke kapal nelayan Indonesia," kata pejabat Direktorat Polisi Air NTT Teddy John Sahala Marbun kepada kantor berita.

"Mereka memberi bahan bakar dan logistik lainnya kepada para nelayan, dan meminta mereka membawa (para pengungsi) kembali ke Nusa Tenggara," kata dia.

Symbolbild Australien Flüchtlinge

Penampungan pengungsi yang ingin ke Australia di Pulau Natal (2013)

Kru kapal pengungsi itu sekarang ditahan di Kupang dan bisa dijadikan tersangka penyelundupan manusia, dengan tuntutan sanksi hukum maksimal 15 tahun penjara.

Kapten perahu Isai Rano mengaku dibayar senilai 92 juta rupiah untuk membawa enam warga Bangladesh itu ke Australia, kata Teddy John Sahala Marbun.

Petugas imigrasi masih memeriksa warga Bangladesh itu dan mengumpulkan informasi, bagaimana mereka bisa masuk ke Indonesia. Polisi juga memeriksa kemungkinan ada tersangka lain.

Kami mengalami masalah berkomunikasi karena mereka hanya berbicara sedikit bahasa Inggris," uajr Teddy.

"Langkah penjaga perbatasan Australia dikritik Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Juru bicara kementerian luar negeri Indonesia; Arrmanatha Nasir, mengatakan posisi pemerintah Indonesia tidak berubah.

"Kami tidak mendukung tindakan seperti itu, terutama bila dilakukan di atas air. Ini berpotensi berbahaya," kata diakepada wartawan.

Dia menambahkan, langkah seperti itu akan memberikan solusi permanen untuk masalah migran ilegal.

hp / rn (afp)

Laporan Pilihan