1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pasca Ledakan, Malaysia Tingkatkan Keamanan

ap/as (ap/rtr)14 Januari 2016

Kawasan regional meningkatkan keamanannya pasca serangan di Jakarta. Sementara, internasional mengecam aksi teror tersebut.

https://p.dw.com/p/1HdiH
Indonesien Bombenanschläge in Jakarta
Foto: Reuters/Antara Foto/M. Agung Rajasa

Kapolri Malaysia Khalid Abu Bakar mengatakan polisi memiliki menetapkan peringatan keamanan Malaysia ke tingkat tertinggi setelah serangan mematikan di Jakarta.

Dia mengatakan, antisipasi keamanan telah ditingkatkan di tempat-tempat umum, seperti pusat perbelanjaan dan tempat wisatawan: "Sementara tindakan pencegahan ekstra akan dilaksanakan di daerah-daerah perbatasan untuk mencegah kemungkinan penyusupan unsur-unsur teroris."

Pihak berwenang Malaysia telah menahan lebih dari 150 tersangka terkait ISIS selama dua tahun terakhir, termasuk beberapa orang yang diduga merencanakan serangan di daerah-daerah strategis di Kuala Lumpur.

Warga Kanada dan Belanda jadi korban

Sementara itu seorang warga negara Kanada diberitakan meninggal dunia akibat aksi teror di Sarinah.

Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders mengatakan bahwa seorang pria Belanda mengalami luka serius dalam serangan di Jakarta.

Kementerian Belanda tidak merilis identitas pria itu. Namun sumber anonim menyebutkan orang tersebut menjalani operasi akibat serangan.

Belasungkawa dari Pakistan

Perdana Menteri Pakistan Nawaz telah mengutuk serangan idi ibukota Indonesia, Jakarta, dan menyatakan kesedihan atas hilangnya nyawa akibat insiden ini. Dalam sebuah pernyataannya, Sharif mengatakan, rakyat dan pemerintah Pakistan "berbagi rasa sakit dari saudara-saudara Indonesia di saat kritis ini".

Dia mengatakan, terorisme adalah ancaman umum untuk negara-negara berpenduduk Muslim, dan reaksi untuk melawan terorisme adalah tanggung jawab bersama.

Ancaman terorisme global

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini menyebutkan, serangan di Jakarta menjadi peringatan akan ancaman terorisme global yang harus ditangani secara global." Ia menyampaikan rasa belasungkawa mendalam terhadap para korban dan keluarganya: "Hati kami bersama keluarga dan teman-teman korban." Ditambahkannya, "Kami bersama pemerintah Indonesia dan rakyatnya dalam perjuangan mereka melawan kekerasan dan ekstremisme. "

Indonesia telah menghadapi masalah kekerasan ekstrimis dalam beberapa tahun terakhir, yang kerap terkait dengan kelompok garis keras Islam. Diperkirakan ratusan warga Indonesia telah bergabung dengan kelompok ISIS di Timur Tengah. Polisi bulan lalu menangkap sembilan tersangka militan Islamis dan mengatakan bahwa mereka merencanakan serangan terkoordinasi pada malam tahun baru lalu.