1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pasca Serangan Mematikan, Pakistan Bersumpah Balas Dendam

Pasukan keamanan Pakistan telah menangkap puluhan tersangka, sehari setelah pemboman yang diklaim oleh ISIS dan membunuh 75 jamaah di lokasi ziarah kaum Sufi.

75 orang tewas dan ratusan terluka akibat serangan mematikan hari Kamis (16/02) di kuil Lal Shahbaz, Qalandar, Sehwan, provinsi Sindh.  Hingga hari Jumat (17/02), aparat keamanan Pakistan telah menangkap puluhan tersangka, termasuk beberapa di antaranya dari provinsi Sindh. Sedikitnya 20 perempuan dan sembilan anak-anak  termasuk di antara korban tewas.

Dalam sebuah pernyataan yang diedarkan kantor berita Aamaq, kelompok ISIS mengklaim serangan yang ditargetkan kepada kaum Syiah. Kelompok ekstremis Sunni memandang Syi'ah sebagai murtad dan minoritas Syiah di Pakistan selalu jadi target mserangan mereka. Kuil ziarah Sufi kuil yang jadi target serangan Kamis(16/02) dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala.

Seorang saksi mata, Raja Somro menceritakan kepada jaringan TV lokal, ratusan orang tengah melakukan tarian spiritual, ketika pembom melakukan serangan. "Saya melihat mayat di mana-mana. Saya melihat mayat perempuan dan anak-anak," katanya.

TV lokal menunjukkan tayangan video setelah ledakan. Tampak dalam gambar, para jamaah yang terluka menangis memohon pertolongan. Lantai tertutup sepatu-sepatu yang berantakan, darah dan bagian tubuh korban.  Para perempuan menangis dan memukuli dada mereka dalam kesedihan.

Serangan di tempat ziarh sufi di Sehwan.

Serangan di tempat ziarh sufi di Sehwan.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif bersumpah bahwa pasukan keamanan akan melacak pelaku serangan. Sementara itu, panglima militer, pakistan, Jenderal Qamer Javed Bajwa mengatakan bahwa "setiap tetes darah bangsa yang menetes akan dibalas, dan akan dibalas segera. Tidak akan lagi kita menahan diri pada siapa pun".

Departemen Luar Negeri AS mengutuk serangan itu dan memberi dukungan bagi  Pakistan untuk menyeret para pelaku serangan  ke pengadilan. "Kami berdiri dengan rakyat Pakistan dalam perjuangan mereka melawan terorisme dan tetap berkomitmen untuk keamanan Asia Selatan," demikian pernyataan yang dikeluarkan jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner.

Serangan hari Kamis (16/02) kemarin adalah yang paling mematikan di Pakistan sejak 16 Desember 2014, ketika kelompok militan menyerang sebuah sekolah militer di Peshawar dan membunuh 154 orang, sebagian besar korbannya adalah anak-anak sekolah.

Pakistan telah berperang dengan Taliban dan kelompok ekstremis lainnya selama lebih dari satu dekade. Dalam beberapa tahun terakhir ini telah diluncurkan serangan terhadap kubu militan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, tetapi pemberontak terus melakukan serangan di tempat lain di negara itu.

ISIS telah memperluas kehadirannya di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir dan mengklaim melakukan sejumlah serangan mematikan, termasuk bom bunuh diri di kuil lainnya bulan November 2016 yang menewaskan lebih dari 50 orang.

ap/hp(rtr/ap/afp/dpa)

Laporan Pilihan