Pasca Insiden Tolikara, Jurnalis Asing Makin Sulit Meliput ke Papua | dunia | DW | 22.07.2015
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pasca Insiden Tolikara, Jurnalis Asing Makin Sulit Meliput ke Papua

Polri memeriksa lebih 30 saksi dalam insiden Tolikara. Kepolisian mengindikasikan ada "keterlibatan asing". Janji Presiden Jokowi di Papua, bahwa wartawan asing bisa bebas meliput, tinggal kenangan.

"Sudah diperiksa 30 saksi dan hari ini akan diperiksa lima lagi," kata Kapolri Badrodin Haiti (foto) di Kejaksaan Agung, Rabu (22/07) seperti dikutip Kompas Online.

Kapolri menegaskan, Polri akan segera menetapkan tersangka dalam kasus ini. "Insya Allah nanti setelah lima saksi diperiksa akan ditetapkan tersangkanya," kata Badrodin.

Dalam pemberitaan sebelumnya, pihak kepolisian mengindikasikan ada "keterlibatan asing". Masih belum jelas, siapa atau lembaga apa yang dimaksud.

Kapolri Badrodin Haiti menyatakan, ada dugaan insiden di Tolikara disiapkan sebelumnya oleh aktor intelektual. "Kerusuhan itu ada yang mensetting. Tapi kita belum bisa memastikan adanya pihak asing dalam kejadian itu. Tapi ada beberapa orang luar dari wilayah itu terlibat dalam kerusuhan," kata Badrodin hari Minggu malam (19/07).

Menurut Kapolri, informasi kemungkinan keterlibatan asing dalam peristiwa Tolikara didapat dari masyarakat dan beberapa sumber informasi di Papua. Tapi semuanya masih dalam penyelidikan kepolisian.

Beda kronologi peristiwa

Menurut Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil di Indonesia (PGLII) Roni Mandang, aksi pembakaran dipicu oleh penembakan terhadap warga pemuda Papua.

Indonesisches Militär in Papua

Pasukan khusus TNI dan polisi menjaga keamanan di Mimika, Papua (foto dari Desember 2012)

Ketika itu, delegasi GIDI menghampiri umat Islam yang sedang mempersiapkan shalat Ied dengan cara baik-baik. Namun, rentetan tembakan aparat ke arah umat GIDI membuat situasi jadi kacau.

Situasi semakin keruh, ketika diketahui seorang remaja pria berusia 15 tahun tewas tertembak. Akibatnya, warga kemudian membakar kios di sekitar lokasi. Api lalu merembet ke mushala/masjid yang berada di lokasi itu.

Tetapi Kepala bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Suharsono menegaskan, tembakan ke arah umat GIDI dilakukan, karena massa tak mengindahkan imbauan petugas untuk pergi dari sekitar mushala.

Meski polisi telah mencoba menghalau massa yang mengeluarkan pernyataan provokatif, warga yang marah tidak mengindahkan permintaan polisi. Massa lalu mulai melempari mushala dengan batu. Setelah tembakan peringatan tak diindahkan, barulah polisi melepaskan tembakan ke arah tanah, demikian Kombes Suharsono.

Papua lagi-lagi terisolasi?

Ketika berkunjung ke Papua bulan Mei tahun ini, Presiden Joko Widodo sempat mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. “Mulai hari ini, wartawan asing diperbolehkan dan bebas datang ke Papua, sama seperti di wilayah lainnya," kata Jokowi di Merau hari Sabtu, 9 Mei 2015. Tapi Kepolisian dan TNI ketika itu menentang rencana tersebut atas alasan keamanan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto menerangkan, polisi tetap punya kriteria terhadap jurnalis asing yang boleh masuk ke Papua.

“Kami perlu ketahui hal-hal yang diliput sehingga mereka benar-benar memberikan info yang benar, narasumber yang benar, dan dapat dipertanggungjawabkan, faktual, sehingga tidak merugikan negara,” kata Agus Rianto menanggapi pernyataan Presiden Jokowi.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan, pihaknya mendukung kebijakan Presiden Jokowi, namun demi keamanan, setiap orang asing yang masuk akan didampingi oleh petugas keamanan. "Saya mempertimbangkan, teman-teman pers asing perlu didampingi. Jadi, kalau terjadi sesuatu, kami bisa memberikan saran, pendampingan, dan lain-lain " kata Moeldoko Juni lalu di Jakarta.

Menanggapi insiden Tolikara, Kepala BIN yang baru Sutiyoso menyebut kemungkinan keterlibatan pihak ketiga dalam peristiwa itu sangat besar. "Harus ada investigasi untuk jawab itu kan kita enggak bisa nuduh sembarang orang. Penyelidikan polisi masih panjang. Bisa saja kan keterlibatan pihak asing," kata dia usai menghadiri halal bihalal di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/07).

Setelah insiden di Tolikara, prosedur keamanan ke Papua akan diperketat. Janji Presiden Jokowi bahwa wartawan asing akan bisa bebas meliput seperti di daeeah lain di Indonesia sulit diwujudkan.

hp/yf (kompas, cnnindonesia, tempointeraktif)

Laporan Pilihan