1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pasar Bebas Tenaga Kerja UE Cemaskan Polandia

Mulai 1 Mei pekerja dari 8 negara Eropa Timur dan Tengah yang masuk Uni Eropa tahun 2004, boleh pindah dan bekerja di Jerman. Selama ini para pekerja dari Eropa Timur hanya boleh bekerja jika dikirim perusahaannya.

Im polnischen Slubice, das sich unmittelbar am Grenzübergang zu Frankfurt (Oder) - Brandenburg befindet, wehen auf einem Haus die Fahnen von Polen, Deutschland und der Europäischen Union im Wind. Im Nachbarland bereitet man sich auf den EU-Beitritt vor. Die Zahl der EU-Mitgliedstaaten wird sich am 1. Mai 2004 um zehn Staaten vergrößern. Neben Polen treten auch die Tschechische Republik, Slowakei, Estland, Lettland, Litauen, Ungarn, Slowenien, Malta und Zypern der Europäischen Union bei. Damit wird die EU auf 25 Mitgliedsstaaten anwachsen. In Polen leben rund 38,7 Millionen Einwohner auf einer Fläche von 312.678 Quadratkilometern. Foto: Patrick Pleul dpa/lbn (zu Korr.-Bericht lbn 4029 vom 07.04.2004)

Bendera Uni Eropa, Jerman dan Polandia yang berkibar di perbatasan Jerman-Polandia

Di sebuah tempat kursus bahasa Jerman di Skarzysko, Polandia Tengah, empat perempuan dan tiga pria sedang mengikuti kelas Bahasa Jerman bagi pemula. Salah seorang peserta kursus Agnieszka sebetulnya lebih suka belajar Bahasa Inggris. Tapi pekerja tata buku itu harus belajar Bahasa Jerman karena keluarganya sudah memutuskan pindah ke Jerman

"Suami saya sudah bekerja tiga tahun sebagai insinyur tidak jauh dari Wolfsburg. Kami punya dua anak dan ingin tinggal bersama di Jerman. Tentu saja kami memutuskan pindah ke Jerman atas pertimbangan finansial. Di sana gajinya lebih besar dan jaminan sosialnya lebih baik dari di Polandia. Saya harap jika saya dapat berbahasa Jerman dengan baik, saya dapat memperoleh kerja di Jerman.“

Bartek Grundniewski yang duduk di sebelah Agnieszka mengangguk. Ia juga ingin pergi ke Jerman. Pria lulusan jurusan informatika itu yakin akan mendapat tempat kerja di Jerman.

"Kenalan di Jerman sudah mencarikan tempat kerja untuk saya. Jika minggu depan seseorang menelefon dan mengatakan saya mendapat tempat kerja bagus untuk kamu, maka saya segera pindah bersama dengan istri dan anak saya.“

Para peserta kursus bahasa Jerman itu ingin memanfaatkan dibukanya pasar tenaga kerja di Jerman, mulai 1 Mei mendatang. Karena takut ancaman serbuan tenaga kerja dari negara-negara dengan upah rendah, ketika Polandia menjadi anggota Uni Eropa tahun 2004 Jerman memutuskan, membatasi kebebasan pergerakan tenaga kerja dari negara-negara di Eropa Timur. Tapi peraturan ini di seluruh Uni Eropa hanya boleh berlaku maksimal 7 tahun.

Menurut perkiraan setiap tahunnya jumlah imigran dari Polandia ke Jerman akan berkisar 100 ribu hingga 400 ribu orang. Demikian dikatakan Agnieszka Gmaj dari Pusat Hubungan Internasional di Warsawa. Tapi pakar migrasi itu khawatir jumlahnya akan jauh lebih besar. Jerman sudah sejak lama selalu menjadi negara tujuan pekerja migran Polandia.

“Banyak warga Polandia tinggal dan bekerja di Jerman, diperkirakan sekitar 500 ribu orang sebagian legal, sebagian ilegal. Oleh sebab itu dalam mencari kerja banyak warga Polandia yang dapat mengandalkan kenalan, kerabat atau keluarganya. Dengan begitu keputusan mereka untuk pergi ke Jerman jauh lebih ringan. Namun saya pikir, dari tenaga kerja Polandia yang berimigrasi tidak terdapat banyak sarjana, melainkan terutama pekerja tukang dan tenaga perawat."

Skenario yang mengerikan bagi perekonomian Polandia. Saat ini saja negara itu sudah kekurangan tenaga perawat, pekerja tukang, pekerja musiman dan tenaga medis. Kekurangan tersebut sementara ini diisi tenaga kerja dari Ukraina dan Belarusia

Meski demikian pemerintah Polandia tidak merasa resah dengan tren hijrahnya para pekerja Polandia ke Jerman. Sedangkan pakar migrasi Agnieszka Gmaj berpendapat berbeda, karena sekarang saja sudah diketahui dalam 20 sektor pekerjaan, Polandia mengalami kekurangan tenaga kerja.

Justyna Bronska/Dyan Kostermans

Editor: Agus Setiawan