1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

"Partikel Tuhan" Higgs Ditemukan?

Mekanisme Higgs dalam ilmu fisika pertikel elementer menjelaskan bagaimana struktur dasar materi memperoleh massanya.

Para ilmuwan di pusat penelitian nuklir Eropa-CERN di Swiss melaporkan terobosan sensasional. Mereka dapat mengamati sebuah partikel, yang dalam fisika elementer boleh jadi memiliki arti yang amat mendasar. Kemungkinan partikel yang diamati adalah partikel Higgs yang dalam istilah ilmuwan Jerman disebut "partikel Tuhan".

Sesuai teori fisika elementer, partikel Higgs memainkan peranan utama dalam pembentukan alam semesta setelah dentuman besar. Bagi para ilmuwan, ini merupakan partikel elementer terakhir yang belum ditemukan, bagi penyusunan model standar dari materi.

Jurubicara CERN Joe Incandela melalui video internet mengatakan :"Kami mengamati sebuah partikel baru". Jika pengkategoriannya dalam model ilmiah sukses, itu berarti temuan paling penting dalam abad lalu".

Penjelasan materi

Para ilmuwan sejak 1964 menerapkan model standar fisika partikel dengan apa yang disebut mekanisme Higgs, untuk menjelaskan bagaimana partikel yang merupakan unusr dasar pembangun materi memperoleh massanya.

Karena itu pencarian Higgs-Boson menjadi tugas utama para ilmuwan internasional yang melakukan riset di instalasi pemercepat partikel Large Hadron Collider di perbatasan Swiss-Perancis. Pada instalasi serupa cincin raksasa berdiameter 27 km, para ilmuwan mempercepat Proton dan saling menabrakannya. Kini dilaporkan tercapai terobosan ilimah.

CERN Teilchenbeschleuniger

Pemercepat partikel Large Hadron Collider CERN di Jenewa.

Pusat penelitian nuklir Eropa (CERN) melaporkan, data yang dihimpun menunjukkan, dengan siginifikansi amat tinggi, tercipta sebuah partikel pada kisaran 125 Giga Elektronvolt. Tapi para ilmuwan belum meyakini 100 persen bahwa itu partikel Higgs. "Kami masih perlu data tambahan", kata jurubicara CERN.

Tapi semua gambaran yang dihimpun selama ini menunjukkan, sinyal jelas dari sebuah partikel baru dalam kisaran signifikasi lima Sigma. "Dalam situasi seperti saat ini, sulit untuk tidak heboh", kata direktur CERN, Sergio Bertolucci.

Walaupun demikian, pakar matematika Amerika, Peter Wolt dalam blognya mengomentari kritis pilihan kata-kata dari ilmuwan CERN. "Jika seseorang berbicara tentang pengamatan sebuah partikel, belum tentu eksistensi partikelnya benar-benar dikonfirmasi".

Pencarian Partikel Higgs sudah dilakukan lebih 50 tahun. Jika terbukti para ilmuwan di CERN berhasil menemukannya, hal itu layak dirayakan. Pada akhirnya ketekunan dan semangat inovasi para ilmuwan dapat meraih sukses, kata menteri ristek Jerman, Annette Schavan.

Agus Setiawan (rtr,afp,dpa)

Editor : Dyan Kostermans