1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Partai Pembajak Jerman Incar Bundestag

Partai Pembajak "Piraten Partei" menargetkan terwakili di parlemen federal Jerman Bundestag mulai 2013, setelah suksesnya merebut sejumlah mandat di parlemen negara bagian.

Partai baru di Jerman "Piraten Partei" atau partai pembajak, yang beranggotakan 22.000 orang dan kebanyakan adalah aktivis internet berusia di bawah 35 tahun, kini menjadi fenomena baru dalam tatanan politik Jerman. Dalam pemilu negara bagian Jerman, Saarland yang digelar Minggu (25/3) partai ini meraup sukses dengan meraih 7,4 persen suara. Secara tiba-tiba, partai baru itu dari nol langsung meraih 4 kursi di parlemen negara bagian tersebut.

Beberapa partai mapan, yang sebelumnya dijuluki "king makers" karena ikut menentukan arah dan pembentukan koalisi pemerintahan baik di negara bagian atau pusat di Berlin, ibaratnya gemetar menghadapi partai anak muda itu.

Partai liberal FDP yang merupakan partai koalisi pemerintahan saat ini, misalnya saja terdepak secara menyakitkan dari parlemen negara bagian Saarland, akibat majunya "Piraten Partei". FDP yang sebelumnya mampu meraih 9,2 persen suara merosot drastis dengan hanya meraih 1,2 persen suara yang berarti gagal menembus kuota minimal 5 persen suara.

Data statistik menunjukkan, 23 persen pemilih pemula, memberikan suaranya kepada partai pembajak dalam pemilu negara bagian Saarland. Jajak pendapat menunjukkan, partai besar CDU dan SPD juga kehilangan 15 persen pemilihnya yang menyebrang ke partai baru itu.

Target melaju ke Bundestag

Setelah sebelumnya juga sukses meraih 15 kursi dalam pemilu parlemen negara bagian Berlin, "Piraten Partei" atau partai pembajak kini juga mentargetkan keterwakilan dalam parlemen Jerman-Bundestag di Berlin, setelah digelarnya pemilu Jerman tahun 2013.

Acta-Demonstration in Bonn

Piraten Partei memprotes pembatasan hak cipta internet dan platform tukar menukar data.

"Tentu saja kami akan ikut serta pemilu Jerman 2013, agar secara potensial juga ikut bekerja dalam pemerintahan Jerman", kata wakil ketua Piraten Partei, Bernd Schlömer kepada harian sore "Hamburger Abendlatt" edisi Selasa (27/3). "Kami ingin dalam jangka panjang ikut menentukan politik di pemerintahan, dan tidak sekedar dijuluki partai protes", tambahnya.

Sejarah partai pembajak bermula dari Swedia, sebagai gerakan protes untuk menuntut undang-undang hak cipta intelektual. Pada tahun 2006, kejaksaan Swedia mengincar situs internet "Pirate Bay" sebagai platform tukar menukar musik dan video. Untuk melindungi "teluk bajak lautnya", para aktivis internet itu mendirikan partai, yang kemudian sukses meraih mandat di parlemen. Aktivis internet Jerman menirunya, dengan mendirikan "Piraten Partei" di tahun yang sama.

Schlömer menyatakan, partainya akan mengusung tema-tema yang tidak banyak dibahas partai-partai yang sudah mapan di Jerman, yakni hak cipta intelektual, perlindungan data dan transparansi.

Partai baru yang tidak mau dicap hanya sebagai himpunan aktivis internet dan ingin diterima sebagai organisasi politik sepenuhnya itu, kini juga menyasar pemilu di negara bagian Jerman lainnya, Schleswig Holstein dan Nordrhein Westfalen. Peluangnya disebutkan oleh para analis politik cukup bagus, karena "Piraten Partei" diperkirakan juga akan sukses menembus kuota minimal 5 persen.

Agus Setiawan(dpa,afp,dapd)

Editor : Vidi Legowo-Zipperer