1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Parlemen Eropa Tolak Perjanjian Swift

Dengan penolakan ini, berarti bahwa wakil-wakil warga Eropa untuk pertama kalinya memanfaatkan wewenang mereka untuk mengambil suatu keputusan sesuai dengan Perjanjian Lisabon.

default

Hari Kamis (11/02), Parlemen Eropa di Strasbourg, Perancis, menolak perjanjian pertukaran data bank dengan Amerika Serikat atau perjanjian Swift. “Mari kita nikmati momen bersejarah ini,” demikian dikatakan seorang anggota Parlemen Eropa sesaat setelah membacakan hasil pemungutan suara yang menolak Perjanjian Swift. Dengan suara mayoritas mutlak, 378 melawan 196, Parlemen Eropa menjegal perjanjian sementara pertukaran data bank dengan Amerika Serikat yang baru diterapkan 10 hari. Sebelumnya, fraksi konservatif EVP telah meminta penundaan pemungutan suara, tapi tidak dikabulkan.

Martin Schulz, ketua fraksi sosial demokrat di Parlemen Eropa mengungkapkan kepuasannya, "Ini bukan hanya kesalahan diplomasi Amerika, tetapi juga para pemerintahan Uni Eropa, yang percaya, mereka bisa menyodorkan perjanjian seperti ini kepada Parlemen, tanpa menyadari bahwa perjanjian cacat seperti ini dapat ditolak.“

Dengan penolakan Perjanjian Swift ini, Parlemen Eropa telah menunjukkan kekuatan baru mereka. Berkat Perjanjian Lisabon, kini Parlemen Eropa mempunyai wewenang untuk turut mengambil keputusan mengenai satu perjanjian dengan pihak ke tiga, seperti dalam hal ini dengan Amerika Serikat.

Ketua fraksi Partai Hijau, Rebecca Harms, mengetahui bahwa Komisi Uni Eropa, Dewan Eropa dan tentu saja Amerika Serikat mengharapkan hasil keputusan yang lain. Dan kemungkinan, sebuah perjanjian baru yang lebih baik akan segera dirumuskan. “Terutama setelah konsultasi dengan pihak Amerika, kami menempatkan diri dalam posisi runding yang lebih baik dan setara bagi keamanan serta hak yang lebih baik bagi warga Uni Eropa.”

Para anggota Parlemen terutama mengkhawatirkan standar perlindungan keamanan data Eropa. Perang melawan teror dengan mengorbankan kebebasan sipil dan kekuatan hukum, tidak boleh dilaksanakan. Demikian pendapat para pengritik Swift.

Ketua Partai Kiri, Lothar Bisky, menyatakan, Perjanjian Swift ini juga memiliki kekurangan lainnya, seperti tidak jelasnya informasi mengenai cakupan data dan waktu penyimpanan data yang dipertukarkan. “Informasi mengenai keberadaan data tidak jelas. Dan tidak ada kompensasi, jika terjadi penyalahgunaan oleh pihak ke tiga.”

Walaupun Perjanjian Swift antara Uni Eropa dan Amerika Serikat telah ditolak Parlemen Eropa, tapi karena masih belum terdapat hukum yang jelas, saat ini, kantor pusat SWIFT di Belgia masih tetap meneruskan pemberian informasi bank kepada Amerika Serikat.

Sementara, para diplomat mengkhawatirkan, kegagalan perjanjian ini dapat menimbulkan ketegangan hubungan transatlantik. Pemerintah Amerika Serikat telah mengancam, tidak akan lagi bernegosiasi dengan Uni Eropa, tapi langsung menjalin Perjanjian Swift dengan masing-masing negara di Eropa. Tapi kemungkinan Perjanjian Swift baru antara Amerika Serikat dan Uni Eropa akan kembali dibicarakan.

Susanne Henn/Yuniman Farid

Editor: Christa Saloh-Foerster