Pangeran Charles Gantikan Ayah, Akan Tuntun Meghan Markle ke Altar Pernikahan | Sosial&Budaya | DW | 18.05.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Pangeran Charles Gantikan Ayah, Akan Tuntun Meghan Markle ke Altar Pernikahan

Pangeran Charles, sang pewaris tahta Inggris, akan menuntun calon menantunya Meghan Markle di lorong gereja menuju altar untuk mengucap janji pernikahannya dengan putra bungsu Charles, Pangeran Harry.

Ayah Meghan Markle, Thomas Markle mengatakan kepada situs web selebriti TMZ bahwa dia tidak datang karena menjalani operasi jantung sebelum upacara pernikahan. Kisah dalam  keluarga calon besan kerajaan Inggris ini menyita perhatian media global.

"Meghan Markle telah meminta Yang Mulia Pangeran dari Wales untuk menemaninya menyusuri lorong Kapel St.George pada hari pernikahannya," demikian pernyataan dari Istana  Kensington. "Pangeran Charles  senang bisa menyambut Nona Markle  untuk bergabung dalam keluarga kerajaan dengan cara ini. "

Aktris itu hari Kamis (17/05) lalu mengungkapkan kesedihannya karena  ayahnya tidak bisa datang menghadiri pernikahannya. Sementara, ibunya akan minum teh  bersama Ratu Inggris Elizabeth, yang merupakan nenek Harry, pada malam hari jelang pernikahan yang akan ditonton jutaan orang di seluruh dunia.

Istana Buckingham menegaskan bahwa suami Elizabeth, Pangeran Philip, yang sudah berusia 96 tahun akan berada di pernikahan setelah menjalani  operasi panggul bulan lalu.

Di luar dinding Kastil Windsor, tempat tinggal keluarga kerajaan Inggris selama hampir 1.000 tahun,  para warga berbaur dengan turis dan  kru televisi  telah menunggu perayaan akbar ini di bawah kibaran  bendera Inggris dan Amerika.

Menyatukan perbedaan

Harry akan menikahi Meghan Markle, bintang dari drama TV "Suits", di Kapel St George, sebuah kapel dari abad ke-15 dalam upacara yang dimulai sekitar 11.00 waktu setempat pada hari Sabtu (19/05).

Ibu Markle, Doria Ragland, yang berdarah campuran Afrika-Amerika merupakan seorang  instruktur yoga. Seorang uskup kulit hitam Amerika akan memberikan khotbah dalam pernikahan putrinya dengan sang pangeran dari Inggris..

Bagi beberapa warga Inggris lainnya, acara tersebut memiliki relevansi sebagai penyatuan dua bintang. "Meghan akan membawa perspektif baru ke keluarga kerajaan," ujar penulis biografi kerajaan Claudia Joseph mengatakan. "Jelas dia berasal dari latar belakang yang sangat berbeda dan ... itu sangat penting untuk membawa keluarga kerajaan ke masa depan. "

Setelah upacara pernikahan selama satu jam, pasangan itu akan mengambil bagian dalam prosesi melalui jalan-jalan kuno kota pada abad ke-19  dengan empat kuda Windsor Grey.

Polisi memperkirakan  lebih dari 100.000 orang  akan memadati jalan-jalan di luar kastil, rumah ratu di sebelah barat London dan benteng tertua dan terbesar di dunia. Akan ada keamanan ketat untuk acara tersebut.

Si 'anak nakal' yang ditinggal ibunya

Harry,-- berusia 33 tahun--, merupakan putra bungsu dari almarhum Putri Diana, yang selalu menjadi anggota keluarga kerajaan yang populer.Anak nakal yang dulu ‘ngetop' dengan pose menjulurkan lidahnya pada fotografer,  meninggalkan memori abadi di benak banyak orang ketika berusia  12 tahun. Dia berjalan dengan sendu  di belakang peti mati ibunya  dalam iring-iringan pemakaman Putri Diana, ynag meninggal dunia akibat kecelakaan mobil pada tahun 1997.

Harry, mantan perwira militer dan satu-satunya anggota kerajaan ynag dianggap  liar  bertemu calon pengantinnya pada kencan buta pada Juli 2016 setelah  diperkenalkan melalui teman. Markle yang berusia  36 tahun mengatakan dia tahu sedikit tentang  teman kencannya, sementara Harry mengatakan dia belum pernah mendengar nama Markle atau menonton serial TV-nya.

Namun, itu adalah cinta pada pandangan pertama. Hanya setelah  dua kali bertemu, Harry  mengajaknya pergi ke Botswana untuk liburan, berkemah di bawah bintang-bintang.

ap/vlz(ap/afp/dpa)

Laporan Pilihan