1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Pameran Cebit 2013 Usung "Shareconomy"

Cebit, pameran teknologi informasi dan telekomunikasi terbesar di dunia kembali menampilkan tren terbaru dunia virtual dan jejaring dari 70 negara.

"Shareconomy"adalah tema utama pameran Cebit tahun ini. Membagi dan menggunakan produk secara bersama. Khususnya bagi kaum muda, membagi segala macam lewat internet adalah hal yang sudah biasa. Mulai dari pengetahuan, pengalaman dan musik. Melalui internet, mobil bisa disewakan per jam, begitu juga dengan sepeda. Semua bisa ditemukan di pameran Cebit.

"Informasi adalah satu-satunya sumber yang bertambah banyak jika dibagi ", tegas ketua penyelenggara pameran Cebit Frank Pörschmann. "Itu inti dari apa yang kita lihat pada jejaring sosial era Twitter dan Facebook."

Caranya dengan membagi informasi, kontak dan pengalaman. "Saya menyebutnya sebagai 'Facebookisasi' yang juga semakin mempengaruhi kegiatan ekonomi. Sumber informasi jadi semakin mudah diakses, dunia ekonomi jadi bisa berkembang lebih cepat dan terus berinovasi."

Keuntungan Bagi Banyak Pihak

CeBIT 2013

Carsharing lewat smartphone

Perkembangan ini juga ingin dimanfaatkan oleh provider telepon genggam. Tarif flat untuk menelepon semakin murah dan peminatnya menurun. Provider kini harus mencari cara lain untuk tetap mengeruk keuntungan.

Vodafone Jerman misalnya memperkenalkan inovasinya. Wakil perusahaan Kuzey Esener menjelaskan, "Di Cebit kami menampilkan model carsharing. Pelanggan bisa mencari mobil dengan smartphone, memesannya dengan smartphone dan membuka mobil dengan smartphone." Tidak hanya itu, dunia kerja modern juga terhubung lebih baik. Karena bekerja secara mobile bukan lagi hal yang langka.

Start-ups Teknologi Belum Maksimal

Shareconomy bukan satu-satunya tema Cebit. Aplikasi telepon genggam dan cloud computing juga masih jadi topik pembicaraan. Khususnya terkait masalah keamanan penyimpanan data secara online di cloud.

Banyak usulan solusi yang datang dari perusahaan-perusahaan baru. Lebih dari 200 Start-ups dari seluruh dunia turut hadir di Hannover. Di Jerman sendiri, perusahaan Start-ups bidang teknologi informatika belum mengalami booming.

Kondisi semacam ini juga dikritik oleh kanselir Jerman Angela Merkel. Menurut kanselir, "sebetulnya ini kesempatan untuk mendukung perusahaan internet dalam memajukan bisnisnya."

Tapi situasi di Jerman menunjukkan, bahwa budaya berani berinvestasi di lingkup usaha yang berisiko, tidak cukup mengakar. Kini Jerman berusaha mengatasinya dengan memulai pendirian lembaga pendanaan modal untuk investasi dan dana bagi pendiri perusahaan teknologi tinggi.

Laporan Pilihan