1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Palestina Minta Pengakuan di PBB

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Selasa (2/4) menyatakan dirinya akan meminta pengakuan bagi Palestina di badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Langkah ini dilakukan setelah Palestina marah atas penolakan Israel untuk membebaskan kelompok terakhir dari 26 tahanan Palestina hingga batas akhir Sabtu lalu.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry yang beberapa waktu terakhir berhasil membawa Palestina dan Israel kembali ke meja perundingan menyatakan, perkembangan terakhir ini masih terlalu ”prematur” untuk dijadikan pegangan menilai bahwa perundingan telah gagal.

“Kami masih terus hingga sekarang, saat saya sedang berdiri di sini berbicara, melibatkan dua pihak untuk menemukan cara terbaik ke depan,” kata dia dalam pertemuan menteri luar negeri NATO di Brussels.

Pihak Palestina pada Juli tahun lalu sepakat untuk menunda rencana bergabung dengan badan PBB sebagai imbalan bagi pembebasan 104 tahanan yang dipenjara Israel sebelum penandatanganan perjanjian Oslo 1993.

Israel sebelumnya telah membebasan 78 tahanan lewat tiga gelombang, tapi terakhir mereka menyatakan tidak melihat ada alasan untuk membebaskan sisa tawanan hingga Abbas setuju untuk memperpanjang kesepakatan damai yang akan habis masa berlakunya pada 29 April, ketika mereka harus menyepakati kerangka kesepakatan agar pembicaraan lebih lanjut bisa digelar.

Palestina puji upaya Amerika damaikan konflik

“Kepemimpinan Palestina dengan suara bulat telah menyepakati keputusan untuk meminta keanggotaan di 15 badan PBB dan perjanjian internasional, dimulai dengan Konvensi Jenewa Keempat,” kata Abbas, merujuk pada perjanjian dunia untuk melindungi warga sipil di wilayah konflik.

“Kami tidak melakukan ini untuk menentang siapapun dan kami tidak ingin berkonflik dengan pemerintah Amerika,” kata Abbas, menekankan dirinya telah ”bertekad“ untuk melanjutkan negosiasi damai.

“Kami ingin mempertahankan hubungan yang baik dan kuat dengan AS, yang telah mengerahkan upaya luar biasa melalui Menlu John Kerry, yang sudah saya temui sebanyak 39 kali, untuk menemukan sebuah solusi.”

Abbas mengatakan dia sepakat untuk menunda rencana bergabung dengan badan-badan PBB itu setelah Palestina diakui sebagai entitas negara non anggota di PBB pada November 2012, namun belakangan ia berniat mengajukan kembali keanggotaan di badan dunia itu setelah Israel mengingkari komitmennya untuk membebaskan para tahanan Palestina.

ab/rn (dpa,afp,ap)

Laporan Pilihan