1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Paket Bom Meledak Di Utan Kayu

Kami tidak gentar. Demikian pernyataan Komunitas Utan Kayu KUK, pasca teror paket bom.

default

Simbol Teror

Sekitar pukul 10.00 WIB, sebuah paket berisi buku tiba di Komunitas Utan Kayu. Paket itu ditujukan kepada aktivis pendiri Jaringan Islam Liberal JIL Ulil Abshar Abdalla. Paket itu lantas diserahkan kepada aktivis JIL, Saidiman Ahmad yang sedang berada di sana. Ulil sendiri tidak berada di kantor saat kejadian.

Saat dibuka, di dalam bingkisan terlihat ada kabel yang menyembul dari sebuah buku. Saidiman lantas curiga dan memutuskan untuk menghubungi polisi.

Paket itu lantas dibawa keluar gedung. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kopolisian Resort Jakarta Timur Komisaris Dodi Rahmawan, yang mencoba membuka paket itu mengalami luka setelah mencoba menjinakkan bingkisan yang ternyata berisi bom tersebut.

Dia mengalami luka parah di pergelangan tangan. Dua korban lainnya yang juga terluka adalah seorang polisi dan petugas keamanan Komunitas Utan Kayu.

Jaringan Islam Liberal, (JIL), meminta kepolisian segera mengungkap kasus ini. Koresponden DW di Jakarta, Zaki Amrullah, melaporkan bahwa dalam konferensi pers setelah peristiwa itu, tokoh Komunitas Utan Kayu, Santoso mengutuk keras pihak yang melakukan aksi teror tersebut. Dia menyebut teror ini sebagai ancaman atas kebebasan. Namun dia menegaskan bahwa Komunitas Utan Kayu tidak akan gentar.

Komunitas Utan Kayu selama ini dikenal sebagai salah satu kantung gerakan pro demokrasi Indonesia. Komunitas ini aktif mengkampanyekan demokrasi, kebebasan pers, toleransi dan pluralisme.

Ayu Purwaningsih/Zaki Amrullah

Editor : Andy Budiman