1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pakar IAEA Upayakan Dialog di Iran

Petinggi Badan Tenaga Atom Internasional IAEA berangkat ke Iran untuk berdialog mengenai program atom negeri itu. Teheran memberikan sinyal kesediaan bekerja sama, namun keraguan masih membayang.

IAEO Symbolbild Quelle: Agentur ISNA

Simbol IAEA

Sebuah tim pakar Badan Tenaga Atom Internasional IAEA hendak mengajukan sejumlah pertanyaan menyangkut program nuklir Iran dalam kunjungannya di negeri ini hari Minggu (29/1). Sebelum berangkat ke Teheran hari Sabtu (28/1) pimpinan tim, Herman Nackaerts mengatakan, IAEA mengharapkan kesediaan pemerintah di Teheran untuk berdialog. Tim ini terdiri dari enam orang yang akan berada di Iran hingga Selasa depan (31/1).

Menurut informasi dari kalangan IAEA, kunjungan tim pakar ini tidak mengenai inspeksi fasilitas nuklir Iran, melainkan upaya untuk membuka kembali dialog mengenai dugaan bahwa Iran melakukan program senjata nuklir. Sejak tahun 2008 Iran menolak pertanyaan IAEA mengenai hal itu dan selalu menyangkal adanya kemungkinan dimensi militer dalam program nuklirnya. Dirjen IAEA Yukiya Amano mengutarakan kepada stasiun televisi CNN hari Sabtu (28/1): "Tujuan misi ini adalah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih belum terselesaikan. Tentu kami tidak dapat segera membereskan masalah ini, tetapi kami akan melanjutkan dialog."

Direktor der Internationalen Atomenergieorganisation Yukiya Amano

Dirjen IAEA, Yukiya Amano

Tidak yakin Iran melaporkan semua kegiatan atomnya

Sementara itu Iran menegaskan kesediaannya untuk bekerja sama. Namun menggarisbawahi bahwa Teheran tetap akan melakukan pengayaan uranium. Demikian menurut Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Welajati kepada kantor berita Isna. "Tim IAEA yang datang ke Iran dapat melakukan inspeksi", ujar Welajati. "Tetapi hak kami dalam sektor nuklir tetap kami pertahankan, karena kami selalu menaati peraturan internasional", tambahnya.

Sedangkan Dirjen IAEA Yukiya Amano berasumsi lain: "Masalahnya, kami sangat tidak yakin bahwa Iran telah melaporkan segalanya, karena itu kami sangat tidak yakin bahwa semuanya bertujuan damai. Tambahan lagi, kami memiliki informasi bahwa Iran terlibat kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan senjata nuklir. Oleh sebab itu kami ingin klarifikasi. Iran harus menjawab pertanyaan ini."

Pihak barat menduga, Iran mengembangkan senjata nuklir dengan dalih penelitian demi kepentingan damai. Namun menurut informasi yang diperoleh IAEA, ilmuwan Iran setidaknya sampai 2010 melakukan pengembangan bom atom.

ARCHIV - Präsident Mahmud Ahmadinedschad besucht die Urananreicherungsanlage in Natans (Archivfoto vom 08.03.2007). Der Iran hat nach Erkenntnissen der Internationalen Atomenergiebehörde IAEA in Wien zumindest bis zum vergangenen Jahr an der Entwicklung einer Atombombe gearbeitet. Foto: EPA/IRAN'S PRESIDENCY OFFICE HANDOUT EDITORIAL USE ONLY dpa (zu dpa 1541 vom 08.11.2011) +++(c) dpa - Bildfunk+++

Presiden Iran, Ahmadinejad di instalasi nuklir Natans

WSJ: AS tingkatkan daya hancur peledak bunker

Iran kini menduga, para pakar IAEA mungkin akan mengunjungi instalasi bawah tanah Fordo yang dirahasiakan dan terletak sekitar 160 kilometer di selatan Teheran. Di Instalasi ini diperkirakan dilakukan pengayaan uranium hingga 20 persen dan akan diresmikan Februari mendatang.

Amerika Serikat telah mengembangkan bom nuklir untuk meledakkan bunker di bawah tanah. Namun menurut laporan media, kekuatan ledakkannya tidak akan dapat menghancurkan instalasi nuklir bawah tanah Iran itu. Karena itu, Pentagon ingin mengembangkan bom tersebut. Demikian dilaporkan harian "Wall Street Journal" hari Sabtu (28/1). Menhan AS, Leon Panetta hari Kamis lalu (26/1) menyatakan akan mengembangkan yang disebut peledak bunker "the Massive Ordnance Penetrator". Harian Wall Street Journal menulis, bom ini dibuat khusus untuk menghancurkan instalasi nuklir yang masif dari Iran dan Korea Utara.

Christa Saloh-Foerster/dpa, afpd, dapd

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan