1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Orang Eropa di Sisi Merkel

Ia dianggap sebagai tokoh untuk kasus-kasus berat. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schäuble kerap diminta sebagai manajer krisis utang di Zona Euro. Atas jasanya, ia dianugerahi Penghargaan Charlemagne.

Sejak 28 Oktober 2009, Wolfgang Schäuble merupakan menteri terpenting dalam kabinet Angela Merkel. Dalam koalisi pemerintahan Jerman, ia merupakan tokoh ke dua terpenting setelah Kanselir Merkel. Sebagai orang nomor dua dalam politik, Schäuble juga berkiprah dalam tatanan politik internasional. Kamis (17/05), atas jasa-jasanya dalam persatuan Eropa, Wolfgang Schäuble menerima penghargaan Charlemagne di Achen.

Puncak Karir

Euro-Gruppe Nachfolger für Jean-Claude Juncker Schäuble Merkel

Wolfgang Schäuble bersama Kanselir Angela Merkel

Schäuble, pengacara yang berasal dari Freiburg im Breisgau, merupakan salah satu tokoh terpenting dalam upaya untuk menyelamatkan Euro. Dalam manajemen krisis utang, ia dianggap sebagai orang yang memiliki pengaruh besar, baik di Berlin maupun di Brussel. Ia memerankan peran besar dalam langkah-langkah penyelamatan yang sekarang telah diambil, mislanya dalam negosiasi dana penyelamatan Euro EFSF dan dalam Mekanisme Stabiltas Eropa ESM. Bersama Merkel, Schäuble bekerja sama pada pakta fiskal Eropa untuk menerapkan disiplin anggaran.

Sekarang, menteri keuangan Jerman ini telah diminta untuk mengambil posisi kunci dalam memecahkan krisis – menjadi ketua kelompok negara pengguna Euro – meskipun ia tidak lagi muda dan kesehatannya terganggu. Bulan September depan, Schäuble akan berusia 70 tahun. Posisi baru yang diterimanya akan menjadi puncak dari karir panjang politiknya. “Rubah Tua” demikian ia kadang dijuluki, telah berkecimpung dalam politik selama lebih dari 40 tahun.

Kehidupan bagai Thriller Politik

Biografi politik Schäuble seperti sebuah thriller: dengan intrik, pukulan keras dan skandal – bahkan seseorang pernah mengisi penuh koper miliknya dengan uang tunai.

Wolfgang Schäuble menyelesaikan sekolahnya saat Tembok Berlin mulai dibangun pada tahun 1961. Ia memutuskan untuk bergabung dengan Partai Uni Kristen Demokrat CDU. Pada tahun 1972, di masa pemerintahan Kanselir Willy brandt, Schäuble untuk pertama kalinya dicalonkan menjadi anggota Parlemen Jerman Bundestag.

Tahun 1981, Schäuble mengawali kerjasama panjang yang intensif dengan Helmut Kohl, yang menjadi kanselir Jerman pada tahun 1982. Tahun 1984, Helmut Kohl mengangkatnya menjadi menteri urusan khusus. Sebagai salah seorang yang menduduki kekuasaan di Bonn, ia terkenal di seluruh negeri.

Mauerfall Wiedervereinigung Menschen auf der Berliner Mauer

Perayaan runtuhnya Tembok Berlin

Bulan November 1989 Tembok Berlin runtuh. Schäuble menjadi ketua negosiasi Jerman Barat dalam pembicaraan perjanjian reunifikasi dengan Jerman Timur. Dalam waktu kurang dari 12 bulan, pada tanggal 3 Oktober 1990, negara Jerman bersatu kembali.

Serangan di Jerman Selatan

Tidak lama setelah peristiwa bersejarah ini, Schäuble menjadi korban dari sebuah serangan, yang nyaris menewaskannya. Tanggal 12 Oktober 1990, saat berada di sebuah penginapan di Oppenau, seorang psikopat menembaknya. Schäuble menderita luka parah. Hidupnya mengalami perubahan drastis: ia hanya dapat bergerak menggunakan kursi roda.

Namun hal ini tidak mengurangi kegigihannya untuk terus berkarir dan berprestasi di bidang politik. Enam minggu setelah insiden ini, ia kembali melanjutkan tugasnya sebagai menteri dalam negeri.

Tahun 1998, Schäuble tidak mampu menghalangi Helmut Kohl mencalonkan diri lagi sebagai kanselir. Kohl kalah dan turut pula menyeret turun Schäuble.

CDU/CSU-Fraktionschef Wolfgang Schäuble (r) gestikuliert während seiner Rede am Dienstag (19.05.1998) vor dem CDU-Bundesparteitag in Bremen, links Bundeskanzler Helmut Koh Schaeuble

Wolfgang Schäuble (ka) bersama Helmut Kohl

Pada bulan Januari 2000, Schäuble mengakui telah menerima sumbangan bagi partainya CDU, dana sebesar 100.000 D Mark dari pelobi senjata. Schäuble tidak mengatakan seluruh kebenaran kepada Parlemen. Satu kesalahan yang tidak pernah ia bisa maafkan.

Februari 2000, Wolfgang Schäuble mengundurkan diri sebagai ketua fraksi Uni Kristen CDU/CSU di Parlemen. Schäuble dan Kohl yang pernah berteman erat menjadi musuh bebuyutan. Dalam sebuah wawancara televisi di bulan April 2000, Schäuble berbicara mengenai “sebuah intrik dengan unsur pidana“ dan “kampayye untuk menghancurkan saya secara pribadi” – Schäuble dan Kohl tidak akan pernah berteman lagi.

Schäuble kembali dipercaya untuk memegang jabatan menteri dalam pemerintahan Angela Merkel. Lewat pemilu 2005 terbentuk pemerintahan koalisi pimpinan Angela Merkel dan Schäuble diangkat sebagai menteri dalam negeri. Empat tahun kemudian, Oktober 2009, secara mengejutkan Schäuble diangkat sebagai menteri keuangan.

Mengaku sebagai Orang Eropa

Finanzministerrat der Eurogruppe in Brüssel 21. OKtober 2011

Schäuble dalam pertemuan negara anggota Zona Euro

Schäuble mendidikasikan dirinya pada Eropa dan berkomitmen untuk integrasi yang lebih besar. Baginya, Poros Perancis-Jerman sangat penting. Ia fasih berbicara Perancis. Dan bisa dikatakan, tumbuhnya Eropa ia amati langsung dari kampung halamannya, dekat perbatasan ke Perancis dan Swiss.

“Euro merupakan mata uang yang stabil. Jika kita tidak membuat kesalahan serius, mata uang ini akan tetap stabil di masa depan,“ demikian selalu ditegaskan Schäuble. Penyebab utama turbulensi Euro adalah “Kurangnya peraturan pasar keuangan” dan “Kelebihan Utang Negara”,

Namun dari kesalahan-kesalahan ini kita bisa belajar. “Sejauh ini, Eropa menjadi lebih kuat setiap timbul krisis. Demikian pula sekarang,“ dikatakan Schäuble dengan percaya diri. Ia menambahkan, “Dalam waktu 10 tahun kita akan memiliki struktur yang jauh lebih sesuai dengan apa yang disebut kesatuan politik.“ Ini adalah sasaran Schäuble.

Lebih dari 40 tahun berkarir dalam politik, Schäuble telah memegang berbagai jabatan. Ia memiliki ambisi tinggi: pernah berkeinginan untuk menjadi kanselir di tahun 1998 dan menjadi presiden di tahun 2004. Namun seperti pernah dikatakan seorang komentator, “Apapun yang ia kerjakan, ia ingin melakukannya lebih baik dari pendahulunya. Ini merupakan satu bentuk kesombongan yang ia perbolehkan.“