1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Oposisi Ukraina Dituding Dalangi Penembakan di Maidan

Siapa yang mengirimkan penembak jitu di lapangan Maidan, Kiev? Kementrian Luar Negeri Estonia mengisyaratkan keterlibatan oposisi di Ukraina. Kabar itu muncul usai pembicaraan telepon dua diplomat senior bocor ke media.

Tarik ulur diplomatik terkait krisis politik di Ukraina memasuki babak baru. Sebuah percakapan telepon antara Utusan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton dengan Menteri Luar Negeri Estonia, Urmas Paet mengungkap, kelompok oposisi ikut bertanggungjawab atas eskalasi kekerasan selama demonstrasi di Kiev.

"Situasinya semakin jelas bahwa penembak jitu di Kiev bukan dikirim oleh Yanukovich," kata Paet. Menurutnya, "seseorang" dari kelompok oposisi yang kini memegang kekuasaan di Ukraina, berada di balik aksi penembakan terhadap demonstran.

Pada aksi beradarah 20 dan 21 Februari sekitar 15 demonstran tewas tertembak oleh penembak jitu. Awalnya pemerintahan Yanukovich dituding sebagai dalang penembakan tersebut. "Sangat menjijikkan bahwa koalisi yang baru tidak ingin menyelidiki apa yang terjadi," kata Paet.

Estonia Benarkan Pembicaraan Ashton-Paet

Ashton sendiri terkejut mendengar pengakuan tersebut. "Saya pikir kami akan menginginkan penyelidikan. Maksud saya...saya tidak tahu. Ya ampun," katanya seperti terekam dalam catatan pembicaraan yang bocor ke media.

Keasilian pembicaraan telepon itu sendiri dibenarkan oleh pemerintah Estonia. Namun Jurubicara Kementerian Luar Negeri, Minna-Liina Lind mengecam publikasinya, "kami menampik kabar bahwa Paet mengeluarkan komentar yang menyebut oposisi terlibat dalam aksi kekerasan," imbuhnya.

Sementara itu Uni Eropa membekukan rekening pribadi milik bekas Presiden Viktor Yanukovych, beserta 17 pejabat pemerintahan Ukraina lain, termasuk milik bekas Perdana Menteri Mykola Azarov dan kedua putra Yanukovich, menyusul dugaan korupsi dan pelanggaran HAM.

Timoshenko Upayakan Keterlibatan NATO

Krisis di Ukraina kemungkinan juga akan mendapat aktor baru. Bekas Perdana Menteri Yulia Tymoshenko mengajukan rancangan Undang-undang yang membuka keterlibatan penuh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam urusan keamanan Ukraina.

Rancangan undang-undang itu juga menggugurkan haluan non blok yang selama ini dijalankan pemerintahan Yanukovich demi menjaga hubungan Ukraina dengan Uni Eropa dan Rusia. Timoshenko membidik keanggotaan penuh Ukraina di NATO dalam waktu dekat.

Pendekatan Ukraina tidak bertepuk sebelah tangan. Sekretaris Jendral NATO, Anders Fogh Rasmussen, Rabu (5/3) mengaku pihaknya sedang akan mempererat kerjasama dengan pemerintah baru di Kiev. NATO sendiri secara sepihak membatalkan manuver militer bersama dengan Rusia. Angkatan Laut Rusia tadinya direncanakan ikut mengawal kapal perang AS, US Cape Ray yang berlayar ke Suriah untuk memusnahkan senjata kimia. Rusia menyayangkan pembatalan tersebut.

rzn/ab (dpa,afp,ap,rtr)