1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Oposisi Suriah Minta Intervensi Internasional

Senin (27/02), menteri luar negeri negara Uni Eropa akan bertemu, membahas sanksi terhadap Suriah. Pasukan pemerintah terus menggempur kubu penentang.

Kamis (23/02), pasukan Suriah memperluas aksi serangannya di Homs, kota yang dijadikan basis oleh para penentang rezim Assad. Kamis pagi, para aktivis melaporkan, selain terhadap wilayah Baba Amro yang telah hancur, serangan juga ditujukan terhadap wilayah Al-Khalidija dan Al-Inshaat.

Hari Rabu (22/02), pihak oposisi menyatakan, serangan pasukan pemerintah telah menewaskan 97 orang, 60 diantaranya tewas di Homs. Akan tetapi laporan ini belum bisa dikonfirmasikan akibat pemerintah membatasi ruang gerak wartawan.

Wartawan Asing Jadi Korban

Fotograf Remi Ochlik und Kriegsreporterin Marie Colvin

Fotograf Perancis Remi Ochlik (kiri) dan jurnalis AS Marie Colvin, yang tewas dalam serangan pemerintah Suriah di kota Homs

Dalam serangan di kota Homs, Rabu (22/02), turut tewas wartawan asing, seperti dikatakan seorang penentang pemerintah, Hadi Abdallah, "11 granat menghantam sebuah rumah, tempat para wartawan berada."

Wartawan asal Amerika Serikat Mary Colvin dan fotograf Perancis Remi Ochlik dilaporkan tewas dalam serangan di Homs. Selain itu, seorang wartawan Inggris dan dua dari Perancis mengalami luka-luka.

Tuntutan Intervensi

Memburuknya situasi di Homs dan juga di wilayah lain yang dilanda aksi kekerasan, menyebabakn tuntutan dilakukannya intervensi militer semakin keras. Tuntutan ini juga diserukan pihak oposisi Suriah di pengasingan melalui ketuanya Bourhan Galyoun.

Hari Jumat (24/02), di Tunisia, beberapa negara Barat dan Arab, yang tergabung dalam kelompok yang disebut Sahabat Suriah, akan bertemu dengan pihak oposisi Suriah. Karena sampai saat ini jalur diplomatis yang diupayakan untuk menghentikan kekerasan di Suriah tidak menghasilakan apa-apa, mungkin di Tunis akan dibicarakan sebuah solusi militer.

Juga Amerika Serikat, telah menyatakan niatanya untuk setidaknya memberikan bantuan persenjataan kepada pihak pemberontak. Juru bicara Presiden Obama, Jay Carney, mengatakan, "Kami tidak menginginkan aksi militer di Suriah, tapi kami tidak menutup satu kemungkinan lain, seandainya masyarakat internasional gagal untuk mengambil tidakan yang tepat."

Ulrich Leidholdt/dpa/afp/Yuniman Farid

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan