1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Oposisi Mesir Tetap Tolak Referendum Konstitusi

Kelompok oposisi di Mesir serukan aksi protes baru Selasa (11/12), meskipun Presiden Mohammed Mursi telah memberikan konsesi terkait perubahan konstitusi yang akan memberikan dia kekuasaan lebih luas.

Oposisi yang bergabung dalam Front Penyelamat Nasional, NSF, Minggu (09/12) sore menyatakan, akan terus menentang rencana referendum rancangan konstitusi baru yang diajukan oleh Presiden Mursi.

Nationale Heilsfront Ägypten

Front Penyelamat Nasional, NSF

“Kami tidak mengakui rancangan konstitusi baru karena tidak mewakili keinginan rakyat Mesir”, Begitu ungkap jurubicara NSF di Kairo. “Kami menolak referendum yang akan menyebabkan semakin terpecah belahnya rakyat.”

Konsensi Terlalu Sedikit

Pernyataan NSF dikeluarkan setelah rembukan panjang dan alot untuk menanggapi konsesi yang diberikan Presiden Mursi. Pernyataan itu juga menyerukan agar rakyat Mesir menggelar demonstrasi masal di seluruh Mesir pada hari Selasa (11/12), sebagai tanda penolakan terhadap keputusan Presiden.

Sebelumnya, Presiden Mursi mencabut dekrit yang memusatkan seluruh kekuasaan politik di tangan presiden. Namun banyak pihak masih menganggap hal itu kurang.

Proteste in Ägypten gegen Präsident Mursi

Aksi protes Anti Presiden Mursi

Dekrit yang dikeluarkan Presiden Mursi pada 22 November telah memicu aksi protes besar-besaran dari masyarakat. Melalui Twitter tokoh oposisi Mohammed El Baradei, menyatakan, "Kami akan tolak sebuah konstitusi yang memangkas kebebasan dan hak-hak kita.”

Sementara itu dilaporkan, kelompok Ikhwanul Muslimin merencanakan demonstrasi tandingan pada hari Selasa, guna mendukung rencana referendum yang dijadwalkan pada 15 Desember mendatang. Menilik perkembangan beberapa minggu terakhir, konfrontasi dan eskalasi kekerasan antara kedua kelompok di Mesir itu bisa kembali terjadi.

EK/AS(afp/dpa)