1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Opini: Duel TV Yang Bukan Duel

Debat TV satu-satunya antara kandidat utama Angela Merkel (CDU) dan Martin Schulz (SPD) menunjukkan satu hal: Jangan lagi ada koalisi besar. Komentar editor DW Christoph Strack.

Duel ini sebenarnya bukan duel. Bahkan hampir tidak ada perdebatan sengit. Ini adalah duel TV yang kelima yang dilaksanakan selama pemilu-pemilu Jerman sejak 2002. Dan ini adalah duel paling lemah.

Perdebatan antara Angela Merkel dan Martin Schulz lebih tepat disebut pembicaraan antara dua politisi yang bersaing dalam pemilu, namun partai mereka bersama-sama membentuk koalisi pemerintahan. Mereka dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan empat jurnalis TV tanpa penonton di studio.

Strack Christoph Kommentarbild App

Editor DW Christoph Strack

Situasi ketimpangan sosial yang ada di Jerman, sekalipun sedang mengalami boom ekonomi, hampir tidak dibahas. Situasi banyak keluarga yang makin sulit, tantangan dan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi informasi, dampak globalisasi bagi lapangan kerja dan bidang pendidikan, semuanya tidak sempat dibahas.

Tema besar yang dibahas dalam porsi besar adalah soal pengungsi dan politik luar negeri. Yang menarik di sini tema tentang hubungan dengan Turki. Ketua CDU Angela Merkel dan Ketua SPD Martin Schulz sama-sama mengambil posisi tegas yang lain dari haluan partainya selama ini. Tidak ada lagi perundingan penyelarasan pajak dengan Turki, tidak ada lagi konsultasi tentang keanggotaan Turki di Uni Eropa. Padahal SPD biasanya mendukung keanggotaan Turki di Uni Eropa. Karena Erdogan dan situasi aktual di Turki, di mana beberapa warga Jerman ditahan atas tuduhan berkomplot untuk melakukan kudeta, politik Jerman terhadap Turki sekarang berubah drastis.

Deutschland TV Duell Merkel - Schulz (Reuters/WDR/H. Sachs)

Kanselir Merkel (kiri) dan penantangnya Martin Schulz (kanan)

Kesimpulan yang mungkin bisa ditarik dari debat 90 menit lebih ini adalah: Jerman tidak butuh koalisi besar seperti saat ini. Kedua partai terbesar Jerman (CDU dan SPD) sudah terlalu lama membentuk pemerintahan, ibarat dua partai yang tinggal serumah. Mereka saling kenal, tahu betul kelemahan pihak yang lain.

Demokrasi memang perlu pemerintahan yang kuat. Tetapi demokrasi juga perlu oposisi yang kuat. Sebuah duel tanpa oposisi membosankan. Hal ini kembali terlihat jelas. Di Jerman duel TV memang hanya dilakukan satu kali. Sebaiknya memang begitu, karena Jerman menganut sistem parlementer, bukan presidensial. Yang dipilih pemilih Jerman adalah partai politik, bukan seorang politisi.

Sebuah demokrasi parlementer perlu partai-partai politik dengan agenda politiknya dan perlu ada jaminan untuk hak beroposisi. Pada duel semalam yang disaksikan jutaan pemilih, hal itu tidak kelihatan.

 

Laporan Pilihan