1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Tuntut Kenaikan Pagu Utang

Presiden AS Barack Obama peringatkan Republikan terkait konsekuensi menolak kenaikan pagu utang. Jika kongres tidak menyetujui kenaikan plafon utang bulan depan, AS terancam resesi.

U.S. President Barack Obama takes questions from reporters during a news conference at the White Barack Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih

Barack Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih

Presiden Obama hari Senin (14/01) melakukan konferensi pers mendadak. Dalam konferensi pers itu, ia mengeluarkan pernyataan keras yang ditujukan kepada mayoritas fraksi Republik di Dewan Perwakilan. Sampai awal minggu ini, Kubu Republik kelihatannya tetap menolak kenaikan batas plafon utang Amerika Serikat yang saat ini mencapai 16,4 triliun dollar.

Obama menyatakan, jika tidak ada kesepakatan tentang kenaikan pagu utang bulan depan. Amerika akan terancam resesi. Karena itu, adalah ”tidak bertanggung jawab dan absurd” untuk menolak kenaikan pagu utang.

”Ini sama saja seperti melukai diri sendiri”, kata Obama dalam konferensi pers menjelang akhir masa jabatannya yang pertama. Hari Minggu mendatang, Obama yang menang dalam pemilu presiden bulan November lalu akan dilantik untuk masa jabatan kedua.

Sengketa Anggaran

”Isunya bukanlah apakah Amerika Serikat bisa membayar utangnya atau tidak”, kata Obama. ”Kami bukan bangsa pemalas. Jadi solusinya sangat sederhana: Kongres memberikan otorisasi kepada kami untuk membayar utang.” Pernyataan Obama adalah tanggapan atas debat panjang dalam kubu Republik yang menolak kenaikan pagu utang.

Menurut keterangan Kementerian Keuangan, Amerika Serikat sudah mencapai batas plafon utang senilai 16,4 triliun dollar. Pengeluaran negara untuk membayar gaji dan pensiun sekarang masih mungkin dilakukan karena masih ada kemungkinan menggeser anggaran dari satu sektor ke sektor lain.

Tetapi akhir Februari mendatang, jika tidak mengambil utang baru, negara akan kehabisan uang. Karena itu, pagu utang harus dinaikkan. Kubu Republik hanya setuju kalau pemerintah memotong anggaran negara. Tapi kubu Demokrat menolak tuntutan itu.

Konflik Panjang

Dua minggu lalu, kedua kubu Republik dan Demokrat mencapai kesepakatan tentang kenaikan pajak untuk menghindari apa yang disebut ”jurang fiskal”. Tapi mayoritas Republikan tetap menuntut agar anggaran belanja pemerintah dipangkas.

Pimpinan Republik di Dewan Perwakilan, John Boehner menegaskan, masalah defisit anggaran hanya bisa dihadapi dengan langkah penghematan. ”Rakyat Amerika Serikat menolak kenaikan pagu utang, jika tidak ada pengurangan anggaran belanja dalam waktu bersamaan”, tandas Boehner .

Obama menjelaskan, pemerintahannya sudah melakukan penghematan di berbagai bidang. ”Kita harus berhenti melangkah dari satu krisis ke krisis lainnya”, kata Obama.

Dia menegaskan, kalau perlu, ia akan menggunakan otoritasnya sebagai presiden untuk memerintahkan kenaikan utang tanpa persetujuan kongres. Konflik anggaran yang berkepanjangan bisa berakibat jatuhnya kredibilitas AS di pasar uang.

HP/AS (rtr, afp)

Laporan Pilihan