1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama: Tragedi Penembakan Amuk Harus Diakhiri

Presiden AS Obama bertekad kurangi kemungkinan terulangnya tragedi penembakan mengamuk dengan korban banyak..

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak agar tragedi penembakan yang kerap terjadi di Amerika Serikat tidak terulang lagi.

Saat berpidato hari Minggu (16/12) dalam acara duka untuk mengenang korban penembakan di sebuah sekolah dasar di Newtown, negara bagian Connecticut, Obama mengatakan "Kita tidak lagi dapat berdiam diri. Agar tragedi semacam ini tidak terulang, kita harus berbenah diri."

USA, Newtown, Trauer, Gedenken, Amoklauf, Massaker, Kinder, Grundschule, Weihnachten

Timbunan karangan bunga mengenang para korban tewas akibat penembakan mengamuk di Newtown.

Obama berbicara di depan keluarga korban dan menyampaikan dukungan serta doa seluruh warga Amerika Serikat. Presiden AS itu berjanji akan melakukan apapun dalam kerangka kekuasaannya untuk mencegah tragedi penembakan mengamuk semacam di Newtown terulang lagi.

"Sejak saya menjabat presiden, ini adalah keempat kalinya kita bersama-sama menghibur komunitas yang berduka akibat penembakan mengamuk dengan korban tewas massal," demikian Obama. "Dan selama itu juga di seluruh negeri terjadi penembakan yang berujung fatal, hampir setiap hari jatuh korban, banyak di antaranya anak-anak, di kota besar dan kecil di seluruh Amerika. Dan para korban sering kali hanya berada di tempat yang salah, di waktu yang salah."

Spekulasi pembatasan pemilikan senjata

Obama menjelaskan bahwa ia akan melibatkan aparat keamanan, psikolog, orang tua dan pra pendidik dalam pekan-pekan mendatang. "Tidak ada hukum, tidak ada undang-undang di dunia ini yang dapat menghapus kejahatan atau mencegah terjadinya tindakan kekerasan dalam komunitas kita. Tapi ini bukan alasan untuk berdiam diri," tegas Obama.

Logo Grafik National Riffle Association Waffenlobby USA

Logo National Riffle Association kelompok lobi senjata di AS yang amat kuat.

Spekulasi kembali merebak terkait apakah Presiden Obama akan kembali meningkatkan upaya untuk lebih ketat meregulasi kepemilikan senjata di Amerika Serikat. Selama ini segala upaya untuk memperketat perundangan terkait penjualan dan kepemilikan senjata berhasil digagalkan kelompok lobi senjata AS yang sangat berkuasa.

Meski demikian, Obama tampaknya bertekad untuk bertindak untuk mencegah terulangnya tragedi penembakan mengamuk dengan korban massal. Penembakan Jumat (14/12) lalu, yang menelan korban 20 anak dan delapan orang dewasa, adalah hari terparah dalam masa jabatannya, demikian dikatakan Presiden AS Obama kepada gubernur Conneticut, Dannel Malloy.

Sementara itu Malloy melaporkan, proses invesitgasi kesus penembakan mengamuk itu diduga akan memakan waktu cukup lama. "Investigasi mengenai bagaimana tepatnya kasus itu terjadi, akan melibatkan banyak saksi, dan berlangsung berminggu-minggu".

zer/as (afp/bbc/ap)