1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Tolak Bertemu Putin

Presiden Amerika Barack Obama membatalkan rencana pertemuan dengan presiden Rusia Vladimir Putin. Langkah ini diambil sebagai bentuk kekecewaan Washington terkait kasus Edward Snowden.

Keputusan langka untuk membatalkan pembicaraan yang telah dijadwalkan bulan depan itu datang setelah Obama dalam wawancara yang disiarkan Selasa malam (07/8), menuduh Rusia tergelincir kembali “ke mentalitas era perang dingin”.

Bagaimanapun Amerika tidak samasekali menutup pintu kerjasana dengan Moskow, karena pertemuan para menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua Negara yang dijadwalkan pekan ini di Washington, masih akan berlangsung sesuai dengan rencana.

Di Moskow, Kremlin mengungkapkan “kekecewaan” dengan keputusan tersebut, sambil mengatakan bahwa Washington tidak siap membangun kerjasama dengan Rusia atas “dasar kesetaraan” dan berkeras bahwa surat undangan untuk Obama masih berlaku.

Faktor Snowden

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan bahwa Amerika menghargai apa yang telah dicapai dengan Rusia dalam kunjungan pertama Obama, khususnya dalam kasus Afghanistan dan Korea Utara.

”Mengingat kurangnya kemajuan atas sejumlah isu seperti pengawasan mengenai senjata dan rudal pertahanan, perdagangan dan hubungan dagang, isu-isu keamanan global, serta kemanusiaan dan hak asasi manusia dalam 12 bulan terakhir, kami informasikan kepada pemerintah Rusia bahwa kami percaya akan menjadi lebih konstruktif untuk menunda pertemuan puncak sampai kami mendapat hasil yang lebih baik dari agenda bersama,” kata Carney.

“Keputusan mengecewakan dari Rusia untuk memberikan suaka sementara kepada Edward Snowden juga menjadi salah satu faktor yang kami pertimbangkan dalam menilai kondisi hubungan bilateral saat ini,” kata dia.

Carney, dalam komentar selanjutnya mengatakan bahwa kerjasama dengan Rusia akan tetap berlanjut pada sejumlah isu penting, seperti Afghanistan, tapi “tak perlu dipertanyakan bahwa kami mengalami sejumlah tantangan” dalam hubungan akhir-akhir ini.

Gedung Putih selama beberapa pekan telah memberi isyarat bahwa pembicaraan di sela-sela pertemuan puncak G-20 di Saint Petersburg sulit terjadi, bersamaan dengan memburuknya hubungan dengan Rusia.

Moskow pekan lalu memberi suaka sementara selama satu tahun kepada Snowden, seorang bekas kontraktor dinas rahasia Amerika yang mengungkapkan program pengintaian elektronik yang menyadap data telepon dan internet dalam skala global.

Snowden -- yang kini menghadapi tuduhan spionase di Amerika dan paspornya telah dicabut -- pekan lalu diizinkan untuk pindah ke sebuah rumah yang dirahasiakan setelah terdampar di bandara Moskow selama lima pekan.

“Tak perlu dipertanyakan bahwa Rusia jelas memahamai pandangan kami” dalam kasus Snowden, kata Carney.

Perang dingin?

Dalam sebuah wawancara dalam program Late-Night Show dengan pembawa acara Jay Leno, Obama bicara tentang “tantangan yang mendasari” hubungan dengan Rusia.

“Ada saat-saat di mana mereka menyelinap kembali ke cara berpikir dan mentalitas era perang dingin,” kata Obama.

“Apa yang secara konsisten saya katakan kepada mereka, dan apa yang saya sampaikan kepada Presiden Putin, bahwa itu adalah masa lalu, dan kita harus berpikir ke depan, dan tidak ada alasan kenapa kita tak bisa bekerjasama lebih efektif dari yang telah kita lakukan.”

Di ibukota Rusia, Moskow, penasihat luar negeri Putin yakni Yury Ushakov mengatakan kepada para wartawan bahwa ”masalah ini menegaskan bahwa Amerika, sebagaimana sebelumnya, tidak siap membangun hubungan atas dasar kesetaraan”.

ab/hp (ap,afp,rtr)

Laporan Pilihan