1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Siap Kritik Trump Sekaligus Dorong Perdagangan Bebas

Presiden AS tekankan pentingnya perdagangan bebas dalam KTT APEC. Obama juga tegaskan siap kritik politik Trump KTT APEC ditutup dengan kesepakatan untuk memerangi proteksionisme.

Dalam konferensi pers terakhir di luar tanah airnya, Presiden AS Barack Obama mendorong pemimpin dunia untuk terus menggalakkan kesepakatan perdagangan bebas seperti Trans-Pacific Partnership (TPP). Di depan KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Lima, Peru, Presiden AS yang masa jabatannya hampir habis itu menyatakan keyakinannya, bahwa itu penting dalam hal perdagangan.  

Perundingan tingkat kepala negara dan pemerintahan APEC yang berakhir Minggu kemarin dibayangi kekhawatiran akibat kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS. Dalam kampanyenya, Trump menekankan akan menarik kembali semua kesepakatan perdagangan bebas yang tercapai sebelum ia jadi presiden.

Presiden AS yang hampir berakhir masa jabatannya itu menyinggung kesepakatan perdagangan bebas lebih jauh menekankan ; "Solusinya adalah melakukan perdagangan dengan baik, menetapkan standar kuat bagi hak pekerja dan standar tinggi bagi lingkungan hidup." Itu semua harus menjamin bahwa pekerja dan orang biasa mendapat keuntungan dan tidak dirugikan oleh perdagangan global".

Obama akan kritik Trump jika langgar nilai tertentu

Pada saat konferensi pers Minggu kemarin, Obama juga mengulas rencananya setelah tidak menjadi presiden lagi. Ia mengatakan, akan setia pada tradisi yang berlaku sejak lama, yaitu tidak melontarkan kritik setiap kali presiden baru membuat kebijakan. Tetapi Obama menyatakan tegas, "kebisuannya" juga punya batasan. Ia akan mengkritik jika kebijakan Trump melanggar nilai atau idealisme yang dianut di Amerika Serikat.

Peru APEC Gipfel Barack Obama und Wladimir Putin in Lima (picture alliance/Presidency of Peru )

Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah) berbincang di sela-sela KTT APEC (20/11/2016)

Obama memperingatkan calon penerusnya itu, agar tidak meremehkan arti penting peranan Amerika Serikat dalam panggung politik dunia. "Nasehat terpenting saya untuk Trump adalah, menjamin bahwa AS menjadi bangsa yang bisa diandalkan dalam tatanan politik dunia. Dengan menghormati dan menegakkan norma serta aturan internasional", tegas presiden AS ini.

Sejumlah anggota kelompok minoritas menyatakan kekhawatiran akibat retorika kampanye trump yang menyerang warga minoritas, juga seleksi stafnya yang dianggap bisa menyebabkan terpecah-belahnya negara.

Dalam perjalanan terakhirnya ke luar negeri, Obama kerap harus menjawab pertanyaan dari pemimpin negara maupun wartawan, tentang sikap politik Trump dalam hal politik luar negeri, perdagangan dan aliansi militer NATO. Dalam banyak hal ia meminta dunia untuk mengambil sikap seperti dia dalam menghadapi Donal Trump, yaitu: "Wait and see".

.APEC berjanji perangi proteksionisme

21 anggota APEC menutup KTT dengan berjanji bekerjasama menuju perjanjian perdagangan bebas yang mengikutsertakan seluruh anggota, walaupun ada ketidakpastian dalam hal iklim politik. Dalam pernyataan bersama disebutkan, "Kami menyatakan komitmen tetap membuka pasar dan memerani berbagai bentuk proteksionisme."

Presiden Peru, Pedro Pablo Kuczynski mengatakan, di berbagai negara, tantangan utama perjanjian perdagangan bebas adalah frustasi kaum kecil yang dirugikan akibat globalisasi. "Sebenarnya proteksionisme adalah gambaran kondisi ekonomi yang sulit," kata Kuczynski.

Saat ini Cina bukan bagian TPP, tapi sudah mulai menggalang kesepakatan perdaganan bebas di Asia, di bawah Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang saat ini tidak mengikutsertakan negara-negara di benua Amerika.

Menurut keterangan sepihak Cina, yang terus mencari peluang untuk memimpin perdagangan dunia, semakin banyak negara lebih tertarik pada RCEP daripada TPP. Tan Jian, anggota senior delegasi Cina mengatakan, Peru dan Chili tertarik pada zone perdagangan bebas yang Beijing itu, dan Cina ingin mencapai kesepakatan sesegera mungkin.

ml/as (AP, AFP, dpa, Reuters)

Laporan Pilihan