1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama: Redakan Ketegangan Laut Cina Selatan

Keretakan diplomatik bergemuruh menyangkut konflik Laut Cina Selatan, dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (East Asia Summit) di Phnom Penh, Kamboja. Sementara kesepakatan ke arah pasar bebas dibangun.

default

KTT Asia Timur

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak para pemimpin negara-negara Asia untuk mengendalikan ketegangan terkait konflik Laut Cina Selatan. Seruan itu disampaikannya hari Selasa (21/11), dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (East Asia Summit) di Phnom Penh, Kamboja. Namun pernyataan itu tidak sampai secara tegas mendukung sekutu-sekutu dekat AS yakni Jepang, Filipina dan Vietnam yang tengah bersitegang dengan Cina terkait isu ini.

ASEAN Gipfel Barack Obama Wen Jiabao

Presiden RI Susilo Bambang Yudoyhono, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden AS Barack Obama, PM Kamboja Hun Sen dan PM Cina Wen Jiabao

Pernyataan itu menggambarkan tantangan baru yang dihadapi presiden AS yang baru terpilih kembali tersebut, dalam menangani hubungan Cina-AS, yang semakin tertekan oleh sejumlah isu, mulai dari perdagangan, spionase komersial dan sengketa wilayah antara pemerintahan di Beijing dengan negara-negara sekutu Washington.

Redakan Ketegangan

“Pesan Presiden Barack Obama adalah adanya kebutuhan untuk meredakan ketegangan,” ujar Wakil Penasihat Keamanan Nasional, Ben Rhodes, usai dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (East Asia Summit) di Phnom Penh, Kamboja, “Tidak ada alasan untuk meresikokan potensi ketegangan. Terutama, jika ada dua kekuatan terbesar ekonomi, Cina dan Jepang, yang terkait dengan ketegangan ini.“

ASEAN Gipfel Barack Obama Wen Jiabao

Barack Obama dan Wen Jiabao

Menurut Gedung Putih, Obama mendorong masing.masing pihak yang berseteru untuk membuat langkah maju dalam kerangka kerja penyelesaian konflik dan mengatasi insiden yang terjadi.

Cina mengklaim sebagian besar Laut Cina Selatan, termasuk jalur pelayaran penting dan wilayah yang kaya sumber daya alam. Filipina, Malaysia, Vietnam dan Brunei maupun Taiwan juga merasa berhak atas kawasan tersebut. Filipina dan Cina bentrok terkait kepemilikan wilayah itu. Sebelumnya Filipina menuduh Kamboja, yang merupakan tuan rumah KTT EAS saat ini mengekang pembahasan sengketa wilayah. Di lain pihak Cina menyatakan tidak ingin menyeret konflik wilayah ke dalam forum KTT dan bertahan pada kebijakannya untuk mengatasi kasus itu melalui perundingan diplomatik.

Negosiasi Perdagangan Bebas

Kambodscha ASEAN-Gipfel in Phnom Penh Gruppenbild mit Barack Obama

Foto bersama KTT Asia Timur

Sementara itu sebuah kesepakatan diambil dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (East Asia Summit) di Phnom Penh. Awal tahun depan, akan dimulai negosiasi perdagangan bebas di bawah kerangka Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan. KTT di ibukota Kamboja tersebut dihadiri para delegasi anggota negara-negara ASEAN, Australia, Jepang, Korea Selatan dan Selandia Baru.

Diharapkan pada akhir tahun 2015, negosiasi ke arah perdagangan bebas kawasan sudah selesai dibahas. Sekretaris ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan komitmen ini akan memayungi lima kesepakatan perdagangan bebas yang sudah ada sebelumnya.

Kesepakatan perdagangan bebas menjadi salah satu topik yang didiskusikan dalam KTT yang dihadiri pula oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao tersebut. Hari Selasa (20/11), Perdana Menteri Australia Julia Gillard juga mengatakan, ia telah mengadakan dialog yang sangat membangun dengan Obama, mengenai Kemitraan Ekonomi Strategi Trans-Pasifik (TPP).

21. ASEAN Treffen in Phnom Penh Gruppenfoto Obama und Gillard

Barack Obama und Julia Gillard

Kemitraan itu sejauh ini melibatkan di antaranya Brunei, Singapura, Selandia Baru dan Chile yang berkeangotaan penuh, bersama Amerika Seikat, Kanada, Australia, Vietnam dan Malaysia. Masing-masing anggotanya diwajibkan untuk mengurangi tarif bea masuk, mengakhiri subsidi perusahaan domestik dan membuka akses bagi eksportir asing dan investor.

Keanggotaan KTT Asia Timur meliputi negara-negara ASEAN ditambah Australia, China, India, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Russia.


AP/VLZ (dpa/rtr/afp)