1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Peringatkan Trump Untuk Bisa Bersikap Tegas Terhadap Rusia

Dalam kunjungannya ke Eropa, Presiden AS Barack Obama berharap Donald Trump mampu bersikap tegas terhadap Rusia. Tapi Obama juga nyatakan "optimistis secara hati-hati" terhadap penggantinya di Gedung Putih ini.

Berbicara di Berlin, Barack  Obama juga memuji mitra internasional dan tuan rumah kanselir Jerman Angela Merkel sebagai sosok "luar biasa". Bagi banyak orang, Merkel dinilai sebagai pembawa standar baru sistem demokrasi liberal, saat ketegangan melanda dunia dalam menanti bagaimana Trump akan membentuk kembali tatanan global.

Dalam konferensi pers bersama, Obama dan Merkel menekankan perlunya kerjasama kuat dalam tubuh NATO, perdagangan bebas dan tindakan konkrit terhadap perubahan iklim.

Bicara soal konflik Suriah dan Ukraina, Obama mengatakan dia berharap Trump, yang telah menyuarakan kekagumannya bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, "bersedia untuk bersikap tegas'‘ terhadap Rusia, dalam hal yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma internasional".

Obama mengatakan Rusia memiliki "pengaruh di seluruh dunia", namun ia memperingatkan Trump agar mampu melawan godaan dan tidak "mengadakan kesepakatan dengan Rusia" bilamana memperburuk kondisi negara yang lebih kecil, termasuk Suriah, hanya karena saat itu kesepakatan tampaknya menguntungkan.

"Dan itu akan kita lihat lebih jauh, setelah presiden terpilih menyusun timnya," tutur orang nomor satu di AS itu.

Tetap optimistis

Meskipun kunjungan keenam dan terakhirnya ke Jerman sebagai presiden AS dalam suasana suram, Obama mengatakan dia tetap "secara hati-hati optimistis tentang penggantinya, dan pergeseran dari modus kampanye ke modus pemerintahan".

Dia berharap Trump segera memikiran langkahnya untuk bekerja dan tak berkutat dalam janji-janji kampanye, dan masuk ke tugas nyata yang perlu keseriusan. Dia mengatakan "ada sesuatu dalam tanggung jawab yang khidmat dalam pemerintahan, yang memaksa orang untuk fokus serta menuntut keseriusan".  Ditambahkannnya, "Dan jika Anda tidak serius tentang pekerjaan ini, maka orang mungkin tidak akan lama memangku jabatan."

Berharap pada Merkel

Saat Obama keluar dari panggung politik, banyak pengamat menilai peran Merkel sebagai pembela nilai-nilai Barat akan terus berkemang, dengan asumsi ia akan melanjutkan pemerintahan untuk periode berikutnya.

Selama delapan tahun di puncak kepemimpinan. Obama telah mengandalkan kekuatan Merkel di Eropa dalam beberapa bidang, termasuk dalam berhadapan dengan Putin saat ingin meredakan konflik Ukraina, dan menangani ratusan ribu pengungsi Suriah.

Dalam kunjungan tiga harinya ke Berlin, Obama makan malam dengan Merkel hari Rabu (16/11), sebelum keduanya bertemu dengan para pemimpin dari Inggris, Perancis, Italia dan Spanyol.

Obama memuji Merkel sebagai pemimpin yang telah menunjukkan "integritas, kejujuran, dan perhatian". Berkaitan dengan masa jabatan Merkel yang sudah berlangsung 11 tahun dikatakannya, "Kanselir Merkel mungkin satu-satunya pemimpin yang tersisa di antara sekutu terdekat AS yang sudah memerintah ketika saya masuk panggung politik internasional."

Obama mengakui bahwa Merkel akan memikul beban besar internasional yang lebih berat. "Saya berharap saya bisa berada di sana untuk meringankan bebannya. Tapi ia sangat kuat," tambahnya. Merkel menjawab: "Saya mengenal banyak orang, termasuk banyak politisi, yang berkomitmen untuk menjunjung nilai-nilai demokrasi yang sama, masyarakat liberal dan terbuka, menghormati martabat manusia, dan karena itu saya percaya bahwa ini akan menjadi perjuangan bersama."

Sulit ucapkan selamat tinggal

Merkel mengakui "sulit untuk mengucapkan selamat tinggal" kepada Obama, tetapi ia menambahkan bahwa "kita semua adalah politisi, dan demokrasi berdasar pada perubahan. Tugas  kita -- karena jadi kepentingan Jerman untuk memiliki hubungan transatlantik yang baik — adalah menatap masa depan".

Obama mengadakan kampanye terbesar tahun 2008 di Berlin. Dia dan Merkel, telah mengembangkan kemitraan yang kuat, meskipun sempat terjadi ketegangan dalam kasus penyadapan NSA dan sikap oposisi Obama dalam merespon program penghematan Jerman dalam krisis utang Eropa.

Merkel mengakui bahwa proyek perdagangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat, tidak akan disimpulkan sekarang, menyusul terpilihnya Trump, yang menentang kesepakatan yang direncanakan.  "Kami telah mencapai banyak kemajuan dalam negosiasi, tetapi itu tidak akan disimpulkan sekarang," katanya seraya berharap "Saya yakin bahwa suatu hari kita bisa kembali membicarakannya."

ap/ml (afp)

     


Laporan Pilihan