1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Ingatkan AS Akan Bangkrut

Presiden AS, Barack Obama, mendesak Kongres untuk mencapai kompromi dalam pengurangan defisit anggaran. Jika AS mengalami deafult, dampaknya secara ekonomi akan terasa secara nasional dan global

default

Presiden Barack Obama dalam pidato nasionalnya Senin (25/7) memperingatkan kemungkinan AS mengalami default.

Presiden AS, Barack Obama, dengan kata-kata tegas, mendesak kompromi dalam sengketa untuk menaikkan batasan utang negara. Obama memperingatkan, gagalnya perundingan antara partai Demokrat dengan partai Republik, akan menjerumuskan AS ke situasi bangkrut. Jika sampai terjadi kebangkrutan AS, hal itu merupakan hasil dari perdebatan yang tidak bertanggung jawab dan tidak peduli nasib orang banyak. Juga perekonomian global akan terseret dampaknya. Dalam pidato nasionalnya yang dipancarluaskan secara live lewat televisi, Senin (25/7) waktu setempat, presiden AS menuding sejumlah anggota parlemen dari partai Republik, sebagai penghambat tercapainya sebuah kesepakatan. Lebih lanjut Obama memperingatkan : "Jika kita tetap mengikuti jalan saat ini, utang yang terus meningkat akan memusnahkan lapangan kerja dan merusak ekonomi dengan serius.”

Walaupun dalam perundingan hari Senin kemarin nyaris tidak tercapai langkah maju, namun Obama menyatakan optimis, sebuah kompromi masih dapat tercapai. Jika sampai dengan tanggal 2 Agustus mendatang tidak tercapai kesepakatan, bahwa pemerintah AS diperbolehkan berutang melebihi batasan plafond saat ini senilai 14,3 trilyun Dolar, maka status AS akan jatuh pada tingkat default atau tidak mampu lagi membayar utang. Dalam permainan politik tingkat tinggi ini, dipertaruhkan nilai bonafiditas AS yang saat ini masih berada pada ranking tertinggi AAA.

Perbedaan posisi

Tema utama sengketa dalam perdebatan untuk menaikkan batasan utang negara, antara partai Demokrat yang menguasai mayoritas di Senat dengan partai Rebublik yang menguasai mayoritas di dewan perwakilan rakyat, adalah pemotongan anggaran sosial dan kenaikan pajak bagi orang kaya. Partai Demokrat dari Obama, berusaha mencegah pemotongan anggaran sosial terlalu drastis. Sementara partai Republik bersedia berkompromi, jika pemerintah hanya melakukan pemotongan anggaran dan tidak menaikkan pajak orang kaya. Ketua dewan perwakilan rakyat AS, John Boehner dari partai Republik, menanggapi pidato Obama menuduh pemerintah meminta blanko cek dari Kongres. Boehner mengatakan lebih lanjut, solusi dari krisis anggaran negara AS sebetulnya amat sederhana. “Solusi krisisnya tidak sulit, jika pengeluaran lebih besar dari pemasukan, kita harus mengeluarkan lebih sedikit,“ kata ketua DPR AS itu.

Seminggu menjelang tenggat waktu hingga AS dinyatakan bangkrut, perbedaan posisi kedua partai di Kongres masih amat dalam. Kubu Republik tetap mengajukan opsi pemotongan anggaran sosial secara drastis. Sementara kubu Demokrat yang saat ini memerintah, mengajukan kombinasi antara pemotongan anggaran dan kenaikan pajak. Juga di dalamnya dimasukkan bagian penghematan dari penarikan mundur pasukan AS dari Irak dan Afghanistan. Jika opsi kubu Republik diterima, artinya perdebatan anggaran akan terulang lagi tahun depan. Namun inilah yang diduga diharapkan oleh partai Republik, yakni menjegal langkah maju partai Demokrat, karena bulan November 2012 di AS akan kembali digelar pemilu presiden.

Agus Setiawan/rtr/afp/dapd/dw

Editor : Anggatira Gollmer