1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama: Guantanamo Tak Ekonomis dan Lukai AS

Presiden Barack Obama memperbarui usaha untuk menutup penjara militer di Teluk Guantanamo, Kuba. Tekanan terhadap Amerika meningkat seiring aksi mogok makan para narapidana teroris di sana.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Obama mengatakan bahwa ia akan membujuk Kongres untuk mengakhiri larangan yang selama ini mencegahnya untuk menutup kamp tahanan tersebut. Ia mengatakan bahwa Amerika harus mengevaluasi ulang tentang cara penanganan para tersangka teroris.

"Saya tetap percaya bahwa kami harus menutup Guantanamo. Saya pikir sangat penting bagi kami untuk memahami bahwa Guantanamo tidak diperlukan untuk membuat Amerika aman,” kata Obama.

Tidak Ekonomis dan melukai AS

“Itu mahal. Tidak efisien. Melukai kita dalam posisi internasional. Itu mengurangi kerjasama kita dengan para sekutu dalam upaya melawan terorisme. Dan itu menjadi alat rekrutmen bagi para ekstrimis,” kata dia menambahkan.

Komentar Obama ini adalah yang paling keras selama beberapa bulan terakhir yang merefleksikan rasa frustasinya atas usahanya yang gagal untuk menutup penjara itu pada periode pertama sebagai presiden.

Obama berkampanye akan menutup penjara ini pada tahun 2008 dan telah memerintahkan penutupan Guantanamo pada tahun 2009.

Namun kebijakan itu digagalkan Kongres, yang meloloskan aturan melarang pemindahan tahanan ke Amerika Serikat atau negara lain.

Meluasnya aksi mogok makan narapidana telah membuat penjara itu kembali menjadi sorotan media, dan membuat Amerika dipertanyakan dalam komitmennya atas masalah hak asasi manusia.

Mogok makan meluas


Menurut perhitungan terbaru dari para pejabat militer, setidaknya 100 dari 166 tahanan terkait terorisme di penjara itu melakukan aksi mogok makan. Dari jumlah itu, 21 diantaranya dipaksa diberi makan melalui selang hidung. Banyak diantara mereka yang dipenjara di tahanan itu tanpa tuduhan resmi atau pengadilan sejak 2002, saat presiden George W. Bush membuka fasilitas penahanan khusus tersangka teroris itu setelah serangan al Qaida di New York pada 11 September 2001.

Ketika ditanya tentang mogok makan itu, Obama mengatakan dalam konferensi pers bahwa ia berharap bisa mencegah kematian di penjara.

“Saya tidak ingin orang-orang ini mati,“ kata Obama.

“Jelas, Pentagon telah mencoba mengatasi situasi sebaik mungkin. Tapi saya pikir kita semua harus memikirkan ulang kenapa kita melakukan ini,“ kata dia.

Menahan orang tanpa batas masa penahanan serta tanpa pengadilan adalah “bertentangan dengan kepentingan kita dan karenanya harus dihentikan,” tambah Obama.

ab/yf (afp/dpa/ap)

Laporan Pilihan