1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Berencana Tarik Pasukannya dari Afghanistan

Sejak memangku jabatan sebagai presiden AS, Barack Obama menyatkan perang Afghanistan sebagai perangnya. Dan ia berancana untuk menarik tentaranya dari Afghanistan selambatnya Juli 2011.

default

Pendapat Jenderal David Petraeus lebih didengar daripada Presiden AS Barack Obama

Perang ini merupakan perang darat yang terlama dalam sejarah Amerika Serikat. Sudah lebih dari 1000 tentara AS yang gugur di Afghanistan. Kekuatiran pemerintahan Presiden Barack Obama, Amerika akan mengalami perang Vietnam kedua sangatlah besar.

"Kita di Afghanistan dikonfrontasi dengan perang yang sangat keras.“ Demikian Obama ketika akhir bulan lalu ia memecat komandannya untuk Afghanistan Stanley McChrystal yang agresif dan kurang hormat. Ini merupakan pemecatan komandan kedua dalam tahun ini. Lalu Obama mengangkat Jenderal David Petraeus untuk memimpin pasukan AS di Afghanistan. Barack Obama, "ini merupakan pergantian personal, tapi bukan pergantian haluan politik maupun strategi.“

Sejak awal masa jabatannya sebagai presiden, Obama menjadikan perang Afghanistan sebagai perangnya. Dan sasarannya sangatlah jelas. Afghanistan jangan sampai menjadi pelabuhan aman bagi kelompok teroris atau kamp persiapan serangan teror seperti 11 September 2001. Akhir bulan mendatang penambahan jumlah tentara di Afghanistan akan tuntas. Dan mulai tanggal itu, sedikitnya 100.000 pasukan AS akan berperang di Afghanistan melawan Taliban dan Al Qaida.

Aksi ini membuat Obama mendapat tekanan yang sangat besar, karena nasib politiknya juga tergantung pada keberhasilannya di Afghanistan. Sampai pemilihan presiden 2012, Obama tidak hanya ingin membuktikan keberhasilan konkrit dalam perang melawan Taliban. Ia juga ingin menciptakan keamanan di Afghanistan dengan mengurangi jumlah tentaranya. Karena mulai Juli 2011 penarikan tentara AS dari Afghanistan akan dimulai. Demikian janji Obama kepada rakyat AS.

"Penetapan tanggal penarikan tentara AS dari Afghanistan tidak dapat diubah. Tidak diragukan lagi, sudah saatnya.“ Demkian penasehat Obama yang mempunyai pengaruh besar, Rahm Emanuel menekankan. Seperti peningkatan jumlah tentara, penarikannya sama penting dan tidak dapat diundur lagi. Kembali Rahm Emanuel, "untuk pertama kali setelah perang dimulai sembilan tahun lalu pemerintah Afghanistan merekrut polisi dan tentara Afghanistan sesuai yang direncanakan. Selain itu, dalam 18 bulan terakhir sedikitnya setengah dari jumlah pemberontak Al Qaida di Afghanistan terbunuh.“

Penetapan Juli 2011 untuk perlahan-lahan menarik pasukan dari Afghanistan bukan usulan main-main dari Presiden Obama, demikian Emanuel membela presidennya. Ia menjelaskan, bahwa tanggal itu mendapat persetujuan dari setiap penaseht militer presiden AS. Begitu juga dari komandan AS untuk Afghanistan Jenderal David Petraeus. Tetapi ketika Petraeus ditanya oleh senat AS, apakah ia betul-betul memberikan nasehat itu, jawabannya tidak. Ia malah mengatakan, "Afghanistan masih membutuhkan dukungan AS untuk waktu yang lama.“

Yang pasti, dalam waktu dekat ini tidak akan dilakukan penarikan tentara AS selama sang pemikir strategi Pentagon Petraues masih menjabat sebagai komandan Afghanistan. Karena citranya di kubu politik manapun terlampau besar dan tidak mungkin ada yang berani menentangnya. Bahkan Obama pun tidak.

Ralph Sina / Andriani Nangoy

Editor: Hendra Pasuhuk