1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Obama Akan Perketat Aturan Perbankan

Aturan baru perbankan itu diajukan berkaitan erat dengan paket bagi pasar keuangan yang digagas Obama. Di dalamnya antara lain mengenai aturan penyertaan modal sendiri yang lebih tinggi serta likuiditas yang lebih besar.

default

Barack Obama

Presiden Amerika Serikat Barack Obama Kamis (21/01) di Washington dengan nada marah menantang kalangan perbankan yang menentang reformasi pasar keuangan. “Jika mereka hendak bertempur, saya sudah siap,“ tantang Obama.

Sektor perbankan Amerika Serikat hingga kini masih tetap bekerja dengan aturan yang sama dengan yang digunakan pada saat krisis keuangan mencapai puncaknya, demikian kritik Presiden Obama. Ia juga secara lugas menyampaikan penilaiannya, bahwa para bankir seperti kalap ketika menentukan gajinya sendiri.

“Tekad saya meningkat, jika melihat naiknya keuntungan dan pembayaran bonus gila-gilaan di bank-bank yang selalu mengatakan, tidak dapat memberikan kredit lebih lanjut kepada perusahaan kecil,“ demikian kata Obama.

Padahal sebetulnya inilah tugas utama perbankan, kata Obama menambahkan. Ditegaskannya ia kini hendak membatasi risiko bagi pasar keuangan, dengan menunjuk contoh di mana mayoritas bonus itu dibayarkan. “Bank-bank tidak akan diizinkan lagi memiliki dan mendukung dana penjamin dan andil dana pribadi atau juga menjalankan usaha sendiri,“ lebih lanjut dikatakan Obama.

Di satu sisi, presiden AS itu hendak mencegah, jangan sampai bank-bank bersangkutan terjebak konflik kepentingan, jika mereka melayani nasabahnya. Dan di sisi lainnya, Obama juga hendak menghentikan praktek, dari bank-bank yang memiliki akses terhadap kredit bank sentral yang bunganya rendah, yang memanfaatkan uangnya untuk permainan moneter yang berisiko.

Aturan baru perbankan itu diajukan Obama berkaitan erat dengan paket bagi pasar keuangan yang digagasnya. Antara lain mengenai aturan penyertaan modal sendiri yang lebih tinggi serta likuiditas yang lebih besar. Termasuk juga perluasan tugas dan kewenangan bank sentral dan pembentukan organisasi pelindung konsumen.

Di saat pemerintahan Obama dengan gencar mengusulkan berbagai pembatasan baru bagi sektor perbankan, kritik dari lembaga keuangan yang terimbas juga semakin tajam. Edward Haddis dari Reuters Breakingviews menyebutkan argumen bantahan yang selalu dilontarkan perbankan, “Jika perbankan Amerika menerapkan aturan lebih ketat dibanding bank Eropa dan pesaing lainnya, hal itu merupakan kerugian.“

Perbankan di seluruh dunia, sekarang ini berlindung dalam argumen yang sama dengan perbankan di AS. Tujuannya adalah memperlunak sikap pembuat aturan. Rancangan peraturan baru dari Obama itu, kini harus disetujui oleh parlemen. Dengan perimbangan suara baru di Senat, setelah kekalahan Demokrat di Massachussets, rancangan aturan baru bagi pasar keuangan dari Obama itu walaupun tidak bisa dibantai seluruhnya oleh kubu Republik, tapi diduga bobotnya akan diperlemah.

Rüdiger Paulert/Agus Setiawan

Editor: Asril Ridwan