1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Novelis Kondang AS Philip Roth Meninggal Dunia

23 Mei 2018

Pengarang kondang Philip Roth yang memenangkan penghargaan bergengsi Pulitzer untuk beberapa bukunya meninggal dunia. Dia mengumumkan pengunduran dirinya dari menulis tahun 2012.

https://p.dw.com/p/2y9Uc
Philip Roth
Foto: picture-alliance/AP Photo/R. Drew

Philip Roth, salah satu novelis AS yang paling terkenal pada abad ke-20, meninggal dunia hari Selasa (22/5). Agen sastra Philip Roth Andrew Wylie mengatakan, dia meninggal di rumah sakit New York City karena gagal jantung. Dia meninggal pada usia 85 tahun.

Penulis biografi Philip Roth, Blake Bailey, mengkonfirmasi kematiannya lewat Twitter. Dalam sebuah posting dia menulis, Philip Roth meninggal dengan "dikelilingi oleh teman-teman seumur hidup yang sangat mencintainya."

Philip Roth dianggap sebagai salah satu penulis modern terbesar di Amerika Serikat dan sering disebut bersama penulis besar lain seperti Saul Bellow, John Updike, Norman Mailer, dan Gore Vidal. Dia terkenal karena menuliskan pengalaman-pengalaman berlatar belakang Yahudi-Amerika. Dia sendiri pernah mengatakan "Saya tidak menulis tentang Yahudi, saya menulis tentang Amerika."

Penulis lebih dari 30 buku itu tinggal di New York dan Connecticut dan merupakan salah satu penulis paling produktif dari generasinya. Tahun 2012 dia mengumukan pengunduran diri dari kegiatan menulis.

Dihindari Komite Nobel

Philip Roth telah memenangkan banyak penghargaan sastra, termasuk hadiah bergengsi Pulitzer pada tahun 1998 untuk bukunya "American Pastoral". Namun dia tidak pernah mendapat penghargaan Nobel untuk sastra.

Kantor berita Associated Press menggambarkan Philip Roth sebagai "seorang satiris yang galak dan realis yang tidak kenal kompromi, menghadapi para pembaca dengan gaya yang berani dan langsung, yang mencemooh perasaan-perasaan palsu atau harapan palsu."

Philip Roth adalah seorang Yahudi, namun dia sering dikritik karena dianggap sering menggambarkan pengalaman Yahudi-Amerika yang negatif dan karena dia menggambarkan perempuan hanya sebagai obyek dan sumber pertengkaran dan kemarahan.

hp/vlz (afp, rtr, dpa)