1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Norwegia Tangkap Tersangka Al Qaida

Kepolisian Norwegia menangkap tiga orang yang dicurigai bagian dari jaringan teror internasional Al Qaida. Dua di antaranya ditangkap di sekitar ibukota Norwegia, Oslo, satu lagi ditangkap di Jerman.

default

Janne Kristiansen, Kepala Dinas Kepolisian Norwegia

Tersangka pertama, lelaki Cina suku Ugyur berusia 39 tahun yang memperoleh kewargaan Norwegia tahun 2007 setelah menjadi pengungsi di negeri itu sejak 1999. Yang kedua, lelaki Kurdi Irak usia 37 yang tinggal sejak akhir 1990 dan memiliki izin tinggal tetap di Norwegia. Yang terakhir seorang lelaki asal Uzbekistan, 31 tahun, yang meminta suaka politik di Norwegia awal tahun 2000an. Permohonan suakanya sebetulnya ditolak, namun ia tetap mendapatkan izin tinggal karena keluarganya sudah menetap di Norwegia.

Dalam jumpa pers hari Kamis kepala dinas kepolisian Norwegia Janne Kristiansen menyebutkan, ketiga orang itu sudah sejak lama berada dalam pengawasan polisi.

"Kami meyakini, kelompok ini memiliki kaitan dengan orang-orang di luar negeri yang diduga merupakan jaringan Al Qaida, serta sejumlah tersangka terorisme di luar negeri. Antara lain di Amerika Serikat dan Inggris."

Penangkapan terjadi hanya sehari sesudah perkembangan di Inggris dan AS menyangkut perkara serupa. Hari Rabu (7/7), kepolisian Inggris menangkap seorang lelaki berusia 24 tahun, menyusul permintaan ekstradisi dari AS . Di AS sendiri, pada hari yang sama, pengadilan secara resmi mendakwa lima lelaki. Mereka dituduh merencanakan pemboman jaringan kereta bawah tanah New York, dan serangan terhadap sebuah sasaran di Inggris. Menurut kejaksaan AS, kelimanya merencanakan serangan itu atas perintah pemimpin Al Qaida di Pakistan.

Kepala kepolisian Norwegia Janne Kristiansen tidak bersedia menjawab, apakah penangkapan ini terkait langsung dengan kasus di Inggris dan AS itu. Ia juga tidak bersedia menjawab apakah para tersangka sedang merencanakan serangan teror terhadap sasaran di Norwegia. Ia hanya mengatakan, ketiga tersangka dicurigai terlibat dalam jaringan teror, titik. Namun Kristiansen mengakui, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian sejumlah negara, dan bahwa musim gugur lalu ia terbang ke AS untuk berkoordinasi dengan para pejabat keamanan AS. Adapun penangkapan penduduk Norwegia ini dilakukan hari Kamis, didasarkan pada pertimbangan mendesak. Kembali Janne Kristiansen:

"Kami cemas bahwa tersangka akan memusnahkan bukti-bukti. Karena kami tahu bahwa sebuah media internasional bermaksud menerbitkan berita mengenai penyelidikan kami secara mendetail. Karenanya dilakukan penangkapan segera".

Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg memperpendek liburannya karena kasus ini. Dalam jumpa pers terpisah, PM Stoltenberg juga menolak menjawab apakah para tersangka merencanakan serangan di Norwegia.

"Ini merupakan penangkapan paling penting yang pernah dilakukan di Norwegia untuk kasus terorisme. Kami memang melihat bahwa situasi di Norwegia juga berkembang mendekati situasi yang sama dengan sejumlah negara yang menjadi lokasi serangan teror. Karenanya kita harus sangat waspada".

Di antara perkembangan situasi yang dimaksud adalah keterlibatan tentara Norwegia di Afghanistan, serta kedekatan Norwegia dengan Denmark dan Swedia, yang beberapa waktu lalu menjadi sasaran kemarahan kaum Muslim radikal terkait karikatur Nabi Muhammad.

Betapapun, senada dengan kepala polisi Kristiansen, PM Stoltenberg menyatakan, kendati di Norwegia muncul sejumlah kelompok kecil yang mendukung terorisme di luar negeri, tingkat ancaman terorisme di Norwegia tetap tergolong rendah.

GG/EK