1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

New Orleans Lima Tahun Pasca Katrina

Katrina, diasosiasikan dengan bencana alam terbesar dan termahal AS. 28 Agustus 2005 badai Katrina membawa banjir yang menggenangi sebagian besar New Orleans. 1800 orang tewas, ratusan ribu kehilangan tempat tinggal

default

Presiden Bush memandang keluar jendela pesawat yang terbang di atas New Orleans, 31 Agustus 2005

Sue Strachan menunjuk pada foto, yang masih membuat geram banyak warga di New Orleans. Demikian dijelaskan jurubicara Museum of Southern Art tersebut. Gambar itu menunjukkan bagaimana mantan Presiden AS George W. Bush memandang dari jendela pesawat yang terbang di atas kota New Orleans

"Foto itu merupakan simbol bagaimana kami ditinggalkan begitu saja oleh pemerintah“

Foto itu adalah bagian dari pameran "Mengisahkan cerita mereka", sebuah kumpulan foto-foto media cetak yang dibuat selama dan setelah badai Katrina di New Orleans. Foto-foto yang menggambarkan kehancuran, kematian, penderitaan dan ketidakberdayaan akhir musim panas tahun 2005. Tidak setiap warga New Orleans dapat tidak bersikap emosional bila melihat foto-foto itu kata Sue Strachan

"Seorang teman dulu kehilangan rumahnya di tengah kota. Ia tidak ingin melihat foto-foto dalam pameran karena terlalu membangkitkan emosinya.“

Bagi warga New Orleans ada kehidupan sebelum dan setelah Katrina. New Orleans tidak akan pernah seperti dulu. Ribuan penduduknya tidak kembali lagi hingga saat ini, bangunan-bangunan bersejarah musnah begitu saja. The Big Easy, kesantaian besar yang dulu selalu menjadi sebutan New Orleans, kini berubah menjadi ketidak tenangan. Paling tidak saat ini penduduk dipersiapkan lebih baik untuk menghadapi badai hebat selanjutnya, kata-kata yang menghibur dari Peter Verhoeven. Sejak 30 tahun warga asal Inggris itu tinggal di New Orleans. Dengan istrinya ia memiliki usaha penginapan kecil, yang baru dapat kembali dibuka satu tahun setelah bencana badai Katrina. Verhoeven mengenang waktu setelah datangnya badai

"Pada saat itu muncul hal terbaik dan terburuk dari manusia. Sebagai pahlawan dan sebagai penjahat. Rumah tetangga-tetangga kami dimasuki maling dan dirampok. Saat itu kami menyadari bagaimana cepatnya manusia bisa menjadi binatang.“

Di sisi lain Katrina juga menciptakan kedekatan dan rasa kebersamaan yang baru. Demikian menurut arsitek Scott Bernhard. Orang semakin memperhatikan satu sama lain, juga kesediaan membantu semakin besar. Setelah Katrina kehidupan arsitek itu berubah. Ia tidak lagi merancang rumah-rumah untuk pelanggan yang kaya, melainkan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu Bernhard menjadi dosen di Jurusan Arsitektur Tulane University. Proyek Tulane City Center merealisasikan proyek bangunan yang dananya berasal dari sumbangan. Dan menurut Bernhard hal itu bermanfaat bagi kota New Orleans

"Rasa keterikatan dengan kota yang dibangun kembali oleh warganya lebih kuat daripada jika pembangunan kembali dilakukan oleh pemerintah.“

Nicole Markwarld/Dyan Kostermans

Editor: Asril Ridwan