1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Netanjahu Umumkan Hentikan Pembangunan Pemukiman Yahudi

Rabu (25/11), Israel menawarkan penangguhan sementara dalam pembangunan pemukiman yang diserukan oleh Washington sebagai langkah menuju perdamaian.

default

PM Israel Benjamin Netanyahu

Dalam konferensi pers, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanjahu mengatakan bahwa keputusan kabinet tersebut merupakan kebijakan mengendalikan pembangunan pemukiman, yang akan termasuk penangguhan pemberian izin pembangunan baru di daerah Tepi Barat Yordan, Judea dan Samaria, dalam tempo 10 bulan.

Netanjahu menambahkan bahwa penangguhan itu tidak berlaku pada pembangunan di ibukota Israel, Jarusalem. Israel, akan tetap meneruskan pembangunan konstruksi di wilayah yang diduduki.

Penghentian total pembangunan pemukiman, termasuk di wilayah timur Jarusalem yang banyak terdapat pemukiman Arab, merupakan tuntutan kunci Palestina untuk memulai kembali pembicaraan damai yang sempat terhenti selama Perang Gaza. Palestina menolak tawaran Israel tersebut karena dianggap tidak cukup. Ketua negosiator perdamaian Palestina, Saen Erakat, mengatakan bahwa Netanjahu tidak mengembangkan formula apapun untuk memulai kembali negosiasi damai.

Erakat yakin bahwa pembangunan pemukiman Yahudi akan terus berlangsung di Tepi Barat dan Jarusalem dan akan makin banyak aktivitas pembagunan pemukiman di Jarusalem dalam 10 bulan itu.

Washington, yang telah berbulan-bulan menyerukan agar Israel dan Palestina setuju untuk memulai kembali pembicaraan damai, memuji tawaran tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyambut tawaran itu dengan mengatakan bahwa pengumuman dari pemerintah Israel tersebut akan mendukung penyelesaian konflik Israel Palestina.

Utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, George Mitchell, mengatakan bahwa langkah Israel merupakan perkembangan positif. Mitchell juga menekankan bahwa tawaran tersebut bukan hasil perjanjian dengan Amerika.

Sementara itu, Palestina bersikeras, tanpa penghentian pembangunan pemukiman secara total, Israel tidak akan memenuhi kewajibannya dalam bagian rencana internasional jalan menuju damai yang telah disetujui pada tahun 2003.

Hans-Joachim Wiese/Miranti Hirschmann

Editor: Hendra Pasuhuk