1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Neraca Pertemuan Menhan NATO di Istanbul

Misi di Afghanistan kembali menjadi titik berat konferensi NATO, yang berlangsung selama 2 hari di Istanbul. Tetapi strageinya sudah jelas berubah. Serangan militer diganti dengan tambahan tenaga pendidik.

default

Menteri Pertahanan AS Robert Gates di konferensi NATO, Istanbul.

Menyangkut strategi baru di Afghanistan, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates menjelaskan sebagai berikut:"Target dari strategi ini adalah untuk segera memukul balik serangan Taliban, melindungi rakyat Afghanistan dan untuk memperkuat upaya pembangunan aparat keamanan, agar mereka dapat mengambil alih tanggung jawab keamanan, selama situasinya mengizinkan.“

Ini artinya, lagi-lagi tambahan pasukan asing di Afghanistan, walaupun hanya untuk sementara. Tetapi masalahnya saat ini adalah kurangnya staf pendidik di negara itu. Pemerintah Jerman sudah menegaskan akan mengirim keduanya, yaitu prajurit tambahan dan tenaga pendidik. Memang pemerintah Jerman ingin kembali menambah jumlah pasukan, tetapi ini masih harus disetujui oleh parlemen Jerman Bundestag. Tetapi yang lebih diinginkan pemerintah Jerman adalah menambah tenaga pendidik bagi aparat keamanan Afghanistan dalam jumlah besar, yaitu lima kali lipat jumlah saat ini, hingga mencapai 1.400 orang. Dulu Jerman sering mendengar keluhan dari AS, bahwa pihaknya tidak mengerahkan upaya yang cukup di Afghanistan. Tetapi sekarang situasinya sudah berubah, demikian dikatakan Menteri Pertahanan Jerman, Karl-Theodor zu Guttenberg.

"Menteri pertahanan Amerika Serikat pada dasarnya tidak lagi meminta tambahan dari kita, melainkan menunjukkan isyarat positif bagi hal-hal yang telah kita tawarkan. Tetapi ia juga mengatakan sekali lagi, bahwa ia menginginkan isyarat yang lebih jelas dari negara-negara sekutu karena sampai sekarang suara mereka masih kurang terdengar.“

Segala upaya dikerahkan untuk satu tujuan. Yaitu agar pasukan asing tidak lagi diperlukan di Afghanistan dalam waktu secepat mungkin. Tetapi sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen, tidak mau mendengar kata penarikan pasukan: "Ini bukanlah strategi penarikan, melainkan sebuah strategi pengalihan, di mana kita secara bertahap mengalihkan tanggung jawab kepada rakyat Afghanistan dengan cara mendidik tentara dan polisi mereka.“

Tema lain yang dibicarakan di pertemuan para menteri pertahanan NATO di Istanbul juga berhubungan dengan misi di Afghanistan. Karena penempatan pasukan disana sangatlah mahal, NATO kekurangan beberapa ratus juta Euro dalam anggaran bersamanya. Di satu sisi negara-negara anggota diharapkan memberikan kontribusi lebih, tetapi di sisi lain, harus dilakukan aksi penghematan dalam semua proyek NATO. Para perwakilan NATO mengatakan, anggaran NATO tidak dijalankan secara transparan dan pengawasan keuangan yang efektif masih kurang. Di masa perang dingin jarang ada yang bertanya mengenai harga keamanan. Tetapi sekarang pakta militer seperti NATO pun juga harus menjalankan pola pikir “biaya dan manfaat”, yang di bidang lain sudah menjadi hal lumrah.

Christoph Hasselbach / Anggatira Gollmer
Editor: Christa Saloh