1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Neraca Kebijakan Luar Negeri Jerman

Rabu (04/08) Menlu Jerman Guido Westerwelle menarik neraca kebijakan luar negeri Jerman serta mengumumkan konsep kebijakan bagi Amerika Latin.

default

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle

Kontrol persenjataan dan pengurangan senjata nuklir, itulah tema-tema yang harus ditangani Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle selama menjabat. Ia menyambut baik, bahwa AS jelas ingin mengurangi senjata nuklir. Dengan berdialog bersama sekutu-sekutunya, pemerintah Jerman ingin agar di masa depan di wilayah Jerman tidak ada lagi senjata nuklir. Demikian Westerwelle.

Sikap terhadap Iran

Symbolbild Bildmontage Westerwelle vor der Iranischen Flagge

Gambar simbol. Politik luar negeri Jerman yang diwakili menlunya dan bendera Iran.

Berkaitan dengan program nuklir Iran, Westerwelle mengatakan, Jerman tidak akan ikut serta, jika AS mempunyai rencana untuk menyerang Iran. Berlin terus mengusahakan diplomasi dan penetapan sanksi terhadap pemerintah di Teheran.

Westerwelle menambahkan,"Kita sudah memutuskan sanksi bukan untuk menghukum negara, melainkan pemerintahan yang selama ini tidak bersedia bekerjasama, agar mereka kembali ke meja perundingan. Kami jelas menginginkan jalan politik."

Masalah Timur Tengah

Westerwelle menyatakan kekhawatiran tentang Timur Tengah. Perseteruan di perbatasan antara Israel dan Libanon, yang menyebabkan tewasnya banyak orang, menunjukkan bahwa situasi sangat tegang. "Kami mengimbau semua yang terlibat, untuk menggunakan akal sehat dan melakukan tindakan yang konstruktif.

Israel Soldat Libanon Hisbolla Panzer

Tentara Israel duduk di atas tank mereka di dekat lokasi pertempuran antara Israel dan Libanon (04/08).

Westerwelle menambahkan, "Kami meminta semua yang terlibat untuk melawan kekuatan radikal, yang berusaha menutup jalan menuju perdamaian di kawasan itu." Ia mengatakan juga, semua kekuatan radikal ini tidak boleh sukses.

Persetujuan Liga Arab agar pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina diadakan secara langsung adalah isyarat yang membesarkan hati. Westerwelle juga mengatakan, Jerman ingin memberikan sumbangan positif agar jalan keluar berupa berdirinya dua negara berdaulat di Timur Tengah dapat tercapai.

Menteri Luar Negeri Jerman itu juga memuji keputusan Israel untuk melonggarkan blokade di Jalur Gaza. Ia mengatakan, itu adalah langkah ke arah yang benar. Walaupun belum cukup, Jerman menghargainya dan menyambut baik.

Peranan di Afghanistan

Westerwelle enggan mengomentari perintah yang diberikan panglima pasukan ISAF yang baru, Jenderal David Petraeus. Karena tergabung dalam pasukan NATO di Afghanistan, tentara Jerman juga harus mengikuti perintah Petraeus.

Dalam ketetapan tertulis jenderal asal AS itu menuntut agar warga sipil Afghanistan tidak menjadi korban serangan lagi, tetapi Taliban harus dikejar tanpa ampun. Westerwelle mengatakan, ia tidak ingin memberikan penilaian atas perintah dan kata-kata yang digunakan Petraeus. Selain itu, pemerintah Jerman telah memutuskan konsep menyangkut Afghanistan, yang harus dijalankan.

David Petraeus amtübernahme in afghanistan

Panglima ISAF, Jenderal David Petraeus

Westerwelle mengatakan, konsep ini dikembangkan masyarakat internasional dengan mengikutsertakan Afghanistan, negara-negara tetangganya, juga negara-negara yang mengirimkan tentara. Tetapi masalah militer adalah masalah departemen pertahanan, demikian ditambahkan Westerwelle. Namun ia menekankan, baginya pembunuhan terarah atas pemberontak sah.

Menyangkut Amerika Latin

Rabu kemarin (04/08) kabinet Jerman juga memutuskan konsep bagi kebijakan menyangkut Amerika Latin. Pemerintah Jerman menilai Amerika Latin dapat menjadi mitra untuk mengatasi tantangan global, seperti krisis keuangan, perlindungan iklim, politik energi, pengurangan senjata nuklir dan pemberantasan terorisme.

Hak asasi manusia dan negara hukum menjadi hal paling penting dalam konsep kebijakan terhadap Amerika Latin dari pemerintah Jerman. Menyangkut Kuba, pemerintah Jerman mendukung politik bersama Eropa.

Bettina Marx / Marjory Linardy

Editor: Christa Saloh