1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Negara Ambang Industri Tampil Percaya Diri

Negara ambang industri makin berperan penting dalam perokonomian dunia. Negara-negara ini adalah motor pertumbuhan ekonomi global dan tampil percaya diri pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Di sisi luar Hotel Belvedere di pusat kota Davos, terpampang plakat besar bertuliskan Brasil. Dengan penuh percaya diri negara dengan perekonomian terbesar Amerika Selatan itu mengiklankan dirinya kepada delegasi peserta Forum Ekonomi Dunia di Davos. Hotel Belvedere adalah hotel utama selama berlangsungnya pertemuan tersebut. Hotel ini tidak hanya menjadi tempat menginap kepala negara dan pemerintahan tapi juga direktur perusahaan energi terbesar Jerman RWE dan pimpinan direksi perusahaan jasa internet Google.

The Hotel Belvedere in Davos, Switzerland, is illuminated Thursday evening, Jan. 23, 2003, with a projection of Swiss national flags while security personnel observes the driveway during the annual meeting of the World Economic Forum. The Hotel Belvedere hosts many of the participants of the forum. (AP Photo/Keystone, Fabrice Coffrini)

Hotel Belvedere di Davos

Juga bagi Meksiko berlaku "think big" atau "berpikir besar". Tidak jauh dari pusat konferensi mereka membangun dua paviliun sebagai tempat promosi bagi negaranya dan melakukan pembicaraan bilateral. Kehadiran Presiden Meksiko Felipe Calderon di Davos disertai banyak menteri dan delegasi besar.

Hari Rabu (25/01) Calderon sudah menggelar konferensi pers di Davos bersama direktur Renault Carlos Ghosn. Perusahaan otomotif itu mengumumkan investasi bernilai milyaran di Meksiko. Dalam beberapa tahun mendatang diharapkan tercipta 20 ribu lapangan kerja. Saat ini Meksiko duduk sebagai ketua kelompok G-20 dan pada bulan-bulan mendatang akan aktif menciptakan inisiatifnya sendiri. Jadi negara-negara berkembang tampil dengan percaya diri. Tidak heran, karena  tahun 2012 saja perekonomiannya akan meningkat 6 persen, demikian hasil studi terbaru perusahaan konsultan dan pengkaji ekonomi Ernst & Young. Sebaliknya bagi kawasan pengguna Euro, para pakar ekonomi tidak memprediksi adanya pertumbuhan.

Pemicu Pertumbuhan

Menteri perdagangan Indonesia Gita Wirjawan sesaat sebelum keberangkatannya ke Davos, Swiss, menghadiri konferensi investor di Frankfurt am Main, Jerman. Sambutan dalam konferensi itu sangat mengejutkannya. Perusahaan-perusahaan Jerman berminat besar menanam investasi di Indonesia. "Kami memiliki pasar domestik yang besar, juga peringkat kredit kami baru saja dinaikkan. Ada untungnya datang ke Indonesia." Demikian disampaikan Wirjawan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia.

Gita Wirjawan (born in Jakarta, September 21, 1965) is a businessman from Indonesia Gita Wirjawan Playerbild Indonesien Minister World Economic Forum 2010 http://en.wikipedia.org/wiki/File:Gita_Wirjawan.jpg

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan

Namun Menteri Perdagangan Indonesia itu mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi negara-negara ekonomi besar. "Kami memerlukan Eropa yang kuat dan Amerika yang kuat.“ Lebih lanjut dikatakan Wirjawan, hal itu juga merupakan makna mendasar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sekaligus ia mengundang investasi asing. Sektor otomotif, perdagangan ritel, dan sektor energi memiliki peluang investasi yang  bagus di Indonesia. Demikian disampaikan Gita Wirjawan dalam wawancara dengan Deutsche Welle, sebelum bergegas menuju agenda pertemuan berikutnya di Davos.

Jerman Tarik Keuntungan dari Negara Ambang Industri

Perusahaan-perusahaan Jerman sudah lama menyiapkan diri untuk globalisasi. Dikatakan Jürgen Kluge, mantan perusahaan jasa konsultan Mc Kinsey cabang Jerman dan kini memimpin perusahaan Jerman Haniel. "Kami ikut berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi negara-negara ambang industri," kata Kluge dan memuji persiapan ekonomi Jerman yang berorientasi ekspor. Bobot  dalam perekonomian dunia akan bergeser ke arah yang menguntungkan negara-negara ambang industri.  "Jika anda pergi ke ruang-ruang kantor perusahaan Cina di Shanghai, dan melihat peta geografi yang terpampang di sana. Eropa hanya titik marginal."

Manuela Kasper-Claridge/ Dyan Kostermans

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan