1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

NATO dan Rusia Pererat Kemitraan

NATO dan Rusia sepakat untuk memulai awal baru dalam kemitraan mereka. Sejumlah kerja-sama telah disepakati, khususnya dalam keamanan dan pertahanan.

default

Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen tawarkan Rusia bekerja-sama dalam program sistem penangkis rudal

Ini merupakan pertemuan puncak pertama antara NATO dan Rusia sejak Georgia dan Rusia terlibat dalam perang tahun 2008. Perang tersebut menjadi beban besar dalam kemitraan NATO-Rusia. Namun semua itu kini adalah masa lalu, ungkap Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen. Ia memaparkan, „ di sini, di Lisabon, dibangun sebuah landasan untuk memperat kemitraan antara ke-29 negara anggota NATO, yang belum pernah terbentuk sebelumnya. Karena itu, hari ini betul-betul merupakan awal baru untuk memulai kemitraan baru antara NATO dengan Rusia.“

NO FLASH NATO Gipfel Portugal Lissabon November 2010

Presiden Rusia Dmitry Medvedev (tiba) berbincang-bincang bersama Sekjen NATO Rasmussen (kiri) dan PM Portugal Jose Socrates (kanan), ketika tiba di hari kedua KTT NATO, Lisabon, Portugal

Setelah 20 tahun berakhirnya Perang Dingin, NATO dan Rusia sepakat untuk memperluas kerja-samanya. Khususnya dalam program membangun sebuah sistem jaringan penangkis rudal. NATO menawarkan Rusia untuk mengambil bagian dalam sistem pertahanan untuk menangkis serangan misalnya dari Iran. Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah menyatakan bersedia untuk menerima tawaran tersebut, namun dengan sejumlah persyaratan yang sangat menentukan. Presiden Medevedev mengatakan, „keterlibatan Rusia dalam kerja-sama dengan NATO hanya dapat diwujudkan jika kami memiliki hak yang sama. Hal ini hanya dapat dilakukan jika diperlukan sebagai mitra.“

Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menegaskan upayanya melakukan permulaan baru dalam kemitraan AS dengan Rusia. Ia menjelaskan, AS dan Rusia memiliki kepentingan bersama dalam pertahanan dan keamanan, khususnya terkait perjanjian Pengurangan Senjata Strategis, START, yang masa berlakunya akan berakhir tahun 2011 mendatang. Presiden Obama mengungkapkan, „dari semua mitra, di sini, saya mendapat dukungan yang luar biasa, bahwa perjanjian START, merupakan bagian yang sangat menentukan untuk keamanan AS dan Eropa. Saya bahkan mendapat dukungan dari negara anggota yang bertetangga langsung dengan Rusia. Sudah saatnya untuk mewujudkannya!“

Walaupun tidak semua masalah terselesaikan dan masih banyak rincian terkait proyek bersama yang perlu dibahas, yang sangat menonjol dalam Konferensi Tingkat Tinggi kali ini adalah suasananya. Kanselir Jerman Angela Merkel bahkan sempat menyebutkannya, bahwa dengan pertemuan puncak di Lisabon ini NATO akhirnya meninggalkan Perang Dingin.

Christoph Hasselbach/Andriani Nangoy

Editor: Christa Saloh-Foerster

Laporan Pilihan