1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

NATO Berusaha Cari Solusi Libya di Berlin

Hanya dalam waktu tiga hari, setelah Luxeburg dan Hoha, kini Berlin menjadi tempat pembicaraan pemecahan krisis di Libya. Dalam pertemuan di Berlin ini, NATO akan berusaha untuk mencapai satu kesepakatan bersama.

Pasukan pemberontak Libya

Pasukan pemberontak Libya

Pertemuan yang tidak resmi, demikian pertemuan para menteri luar negeri negara anggota NATO. Pertemuan yang digelar selama dua hari ini, Kamis (14/03) dan Jumat (15/03), terlihat seperti acara ramah tamah saja, untuk mencari satu keputusan memuaskan yang tidak mengikat. Tapi tema mengenai Libya telah membuat keramahtamahan tidak terlalu tampak. Tema Libya telah memecah pakta pertahanan ini.

Terutama Perancis dan Inggris yang mengritik keras misi NATO di Libya. NATO dianggap tidak melakuakan aksi yang cukup untuk melindungi para pemberontak dari serangan pasukan Gaddafi dan milisi pendukungnya. Demikian kecaman Menlu Inggris William Hague dan rekannya dari Perancis Alain Juppé. Baik dalam pertemuan di Luxemburg maupun dui Doha, kedua menteri luar negeri ini telah meminta NATO untuk meningkatkan serangan udara.

Usaha untuk mencari solusi diplomatik damai di Libya tampaknya tidak akan berjalan. Ini menyebabkan pembicaraan para menteri luar negeri NATO di Berlin akan berjalan dengan alot. Para anggota NATO berbeda pendapat dalam banyak hal mendasar. Seperti, apakah NATO akan mempersenjati para pemberontak atau tidak. Juga masih dipertanyakan mengenai kemungkinan untuk melibatkan pasukan darat dalam misi di Libya.

Christian F. Trippe/Yuniman Farid

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan