1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Nasrani Suriah Terjebak Dua Front

Pertempuran Suriah sebabkan ratusan ribu warga dari berbagai latar belakang melarikan diri. Kaum minoritas merasa terancam.

Mencari tempat yang aman merupakan prioritas juga bagi mereka yang berhaluan politik berbeda atau menganut agama minoritas, seperti kaum Nasrani.

Diperkirakan sekitar 10% penduduk Suriah beragama Kristen. Banyak dari mereka hidup dalam ketakutan akan menjadi korban dari meluasnya konflik antara rejim Bashar Al-Assad dengan kaum pemberontak.

Kepada media Jerman, sejumlah pengungsi Kristen dari kota Kusair melaporkan bahwa keluarga mereka dibunuh oleh kelompok Islam radikal. Dia menyebut, kini kampanye anti minoritas Kristen meluas, "kami sering dituduh bekerja sama dengan pemerintah“. Begitu keluh seorang pengungsi di Libanon. "Usai sembahyang Jumat, dikhotbahkan bahwa mengusir kami merupakan tugas suci“.

Mendukung kaum pemberontak, awalnya hubungan kaum Nasrani dengan kelompok anti pemerintah cukup baik. Namun belakangan banyak bergabung kaum radikal Islam dari luar Suriah. Mereka inilah yang menghasut masyarakat Muslim lokal untuk mengusir kaum Nasrani.

Sensor media yang berlaku di Suriah menyebabkan laporan seperti ini sulit dikonfirmasi. Namun jumlah laporan serupa terus meningkat. Kepada DW, seorang tokoh Kristen yang tidak bersedia dikutip namanya menyampaikan kerisauan. „Kaum Nasrani semakin sering dituduh mendukung rejim Assad, akibatnya di beberapa wilayah mereka terpaksa mengungsi. Merekapun dipaksa memilih untuk hengkang, apabila tidak mendukung kaum radikal itu“.

Ketakutan Besar

Di bawah rejim Assad, komunitas Kristen lebih leluasa bergerak dan memiliki status yang lebih baik daripada komunitas Kristen di negara Arab lainnya.“ Jelas tokoh anonim tadi. "Kini banyak khawatir, kelompok Kristen akan mengalami diskriminasi apabila kaum Islam politik merebut kekuasaan." Mereka juga ketakutan akan tumbuh pasukan teror anti Kristen.

Sosiolog Suriah Ishaq Kanaou mengakui, ketakutan itu bukan tanpa alasan. "Ketakutan ini berdasarkan pengalaman di Mesir dan Irak, di mana kaum Kristen kini semakin tersisihkan."

George Stevo, jurubicara organisasi "Kristen Suriah untuk Demokrasi" melihat masalah lain, „orang Kristen yang mendukung rejim Assad tidak banyak. Tapi masalahnya, mayoritas kaum Nasrani tidak bersuara walaupun dalam dewan oposisi Suriah ada perwakilan Kristen yang cukup besar.“ Menurut Stevo, sekitar 10% anggota oposisi adalah pemeluk agama Kristen..

Kaum Nasrani Sebagai Korban Rejim

Jurubicara dewan oposisi di Aleppo, Mohammed Lukman Luleh, juga menilai salah untuk menyamaratakan kaum Nasrani sebagai pendukung rejim Assad. "Banyak aktivis Kristen yang tewas akibat kegiatannya sebagai oposisi. Baru-baru ini saja, seorang penembak jitu dari rejim Damaskus menewaskan seorang aktivis Kristen." Seperti informasi lainnya, inipun tidak bisa dikonfirmasi secara independen.

Christen in Syrien

Christen in Syrien

Sejauh apa kebenaran semua informasi yang tersebar mungkin baru bisa di akhir pertempuran. Namun dilaporkan, pasukan Assad kini juga mulai menyerang komunitas Kristen. Selain itu, banyak gereja yang dirusak dan sekitar 150.000 umat Kristen terusir. Georg Stevo mengingatkan, „Kaum Kristen harus mengerti, bukan rejim atau orang yang bisa melindunginya, melainkan sistem demokratis dan masyarakat sipil Suriah yang kuat.“

Youcef Boufidjeline / Edith Koesoemawiria
Editor: Andy Budiman