1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Myanmar Akan Bebaskan Tahanan Politik

Myanmar hari Senin (17/09), memberikan pengampunan atau amnesti atas lebih dari 500 tahanan termasuk para tahanan politik.

Buletin berita pemerintah yang diumumkan di stasiun televisi milik negara tidak memberikan kejelasan apakah yang akan dibebaskan itu termasuk para tahanan politik. Namun Naing Naing, seorang pejabat partai Aung San Suu Kyi yakni Partai Nasional untuk Liga Demokrasi NLD berharap bahwa amnesti itu termasuk akan diberikan kepada 424 tahanan politik yang tersisa.

“Kami optimis bahwa mereka adalah para tahanan politik yang tersisa,” kata Naing Naing, yang juga pernah menjadi tahanan politik ketika Junta militer berkuasa.

NLD kata dia, menerima kabar mengenai pembebasan tahanan politik ini dari Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik AAPP, sebuah kelompok yang berbasis di Thailand yang selama ini melacak para tahanan politik di Myanmar.

Bo Kyi, Sekretaris Jenderal AAPP mengatakan para tahanan politik termasuk diantara mereka akan dibebaskan namun organisasi itu masih perlu mengkonfiormasi mengenai jumlah tahanan politik yang akan dibebaskan.

Pemilihan waktu bagi pemberian amnesti ini menjadi penting, menyusul rencana kunjungan Presiden Thein Sein ke Amerika Serikat dalam beberapa hari mendatang di mana pada saat yang bersamaan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi yang akan melakukan kunjungan terpisah ke Amerika.

Amerika Serikat berkali-kali mengulangi seruan bagi pembebasan seluruh tahanan politik sebagai pra kondisi bagi pencabutan total embargo ekonomi termasuk pelonggaran larangan impor atas produk Myanmar yang selama puluhan tahun diberlakukan Amerika sebagai respon atas pelanggaran HAM yang dilakukan Junta militer.

rtr (AB/ RN)

Laporan Pilihan