1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Musim Semi Sepakbola Jerman

Bayern München sukses membawa pulang gelar juara Liga Champions Eropa. Pujian juga membanjiri Borussia Dortmund yang tampil gemilang. Secara umum sepakbola Jerman sedang mengalami kebangkitan di daratan Eropa.

Kaca mata hitam dan setelan jas berwarna gelap yang dipakai pemain-pemain Bayern ketika akan bergegas menuju bandar udara Heathrow, London, memberikan pancaran yang kontradiktif dengan seringai bahagia yang menghiasi wajah mereka dan disertai puluhan fans yang bersorak-sorai di depan hotel. Karena semalam sebelumnya, Schweinsteiger dkk. akhirnya mampu menuntaskan misi yang dimulai empat tahun lalu, yakni menjadi raja sepakbola Eropa. 

Sisa-sisa perayaan di Grosvenor House di jantung kota London sesaat setelah pertandingan berakhir masih terlihat di wajah para pemain.  Jupp Heynckes, pelatih gaek yang sejak jauh hari sudah memutuskan akan pensiun usai musim ini menyebut para pemainnya, "luar biasa," ia bahkan sempat menggoda Franck Ribery. Euforia juga dirasakan Karl-Heinz Rumenigge yang setengah mabuk dan mengklaim skuadnya tetap akan mampu "mengalahkan VfB Stuttgart" di partai final Piala DFB Pokal, dengan "1,8 per mil alkohol di dalam darah".

Kendati begitu Bayern sejak awal tidak merencanakan pesta perayaan di München. Para pendukung harus bersabar menunggu hasil babak final Piala DFB sebelum dapat membanjiri lapangan di depan balai kota atau menyambut parade kemenangan di jalan-jalan pusat kota.

Banjir simpati untuk Dortmund

Situasi berbeda terlihat di kota Dortmund, ketika ribuan pendukung tanpa diduga menyambut kedatangan Reus dkk. di bandar udara. Manajemen klub sedianya akan mengundang para fans untuk bertemu dengan para pemain di penghujung musim. Awan mendung dan gerimis yang menghiasi langit selaras dengan situasi gamang yang memenuhi udara.

London 2013 UEFA Champions League final Bayern Borussia Dortmund After Party

Borussia Dortmund menghadiri pesta usai pertandingan final Liga Champions Eropa di Natural History Museum, London.

Seperti juga Bayern, Dortmund ikut menghadiri pesta terpisah di London, kendati dengan atmosfir yang berbeda. Awan mendung terutama dirasakan Kevin Großkreutz yang terpaksa membatalkan keikutsertaannya pada tur timnas Jerman di Amerika Serikat. Gelandang serang berusia 24 tahun itu diduga mengalami keretakan pada tulang kaki.

Usai pertandingan pun, kedua tim masih tenggelam dalam hawa persaingan seperti yang terlihat selama pekan-pekan menjelang laga di Wembley, terutama ketika Dortmund mengkonfirmasikan kepindahan Götze ke rival terbesarnya itu. Dalam konfrensi pers, Jupp Heynckes mengekspose rencana pembelian pemain FC Bayern pekan depan, "Götze akan segera tiba dan Lewandowski pun tidak akan lama lagi."

Pernyataannya itu menguak rahasia umum dan memaksa Presiden BVB, Hans-Joachim Watzke untuk mengambil sikap, "Transfer ini bukan urusannya. Heynckes sebaiknya berkonsentrasi terhadap pertandingan hari Sabtu melawan Stuttgart," tukasnya saat ditanya wartawan.

Saat ini Lewandowski masih memiliki kontrak hingga 2014. Namun striker Polandia itu tidak menutupi keinginannya untuk pindah klub, dan "FC Bayern" termasuk nama yang paling santer dihubungkan dengan Lewandowski.

"Sepakbola Jerman alami kebangkitan"

Dortmund memang terpukul, tapi tidak menyerah, "saya butuh sesaat untuk menemukan kembali rasa bangga terhadap para pemain, yang tersimpan entah di mana di dalam pikiran saya," kata pelatih Jürgen Klopp. "Sekarang kami akan pergi berlibur dan setelah kami akan membeli beberapa pemain. Dalam dua tahun final akan digelar di Berlin. Mungkin itu adalah tempat terbaik untuk kembali ke final Liga Champions."

Sepak terjang Dortmund di panggung internasional musim ini banyak mengundang simpati dari berbagai pihak. Media-media Eropa tidak surut pujian ketika membahas penampilan skuad besutan Klopp ini. "Semua pemain layak diusung keluar dari lapangan bak pahlawan," tulis harian Spanyol, Sport. "Bayern München dan Borussia Dortmund membuktikan, bahwa mereka saat ini terpaut satu tahun cahaya dari rival-rival Eropa, termasuk Barcelona dan Real Madrid," tulis seorang editor harian Spanyol "La Vanguardia" dalam kolomnya.

Sementara sejumlah media di Inggris sepakat menyebut final di Wembley sebagai laga final "terbaik" dalam beberapa tahun terakhir. Gaung Liga Champions pun bahkan ikut terasa di Austria, "Terimakasih David. Kita adalah juara Liga Champions," tulis harian "Heute" yang merujuk pada David Alaba sebagai warga Austria pertama yang memenangkan turnamen tersebut.

 LINK: http://www.dw.de/dw/article/0,,16837462,00.html