1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Museum Titanic Terbesar di Dunia

Kapal Titanic kembali ke Belfast. Dalam rangka memperingati 100 tahun tenggelamnya kapal ini, sebuah museum bertema Titanic dibuka di kota pelabuhan tersebut.

Pada pelayaran perdananya, kapal Titanic adalah kapal pesiar penumpang terbesar di dunia. Kapal tersebut tenggelam 15 April 1912 dalam perjalanan menuju New York dan menewaskan lebih dari 1500 orang. Selama berpuluh-puluh tahun tema kapal Titanic, yang dibangun di Belfast, seakan "ingin dilupakan" oleh penduduk kota tersebut.

Kini, 100 tahun kemudian, pameran Titanic terbesar di dunia dibuka akhir Maret lalu di kota pelabuhan Belfast. Museum raksasa yang menghabiskan biaya sekitar 117 juta Euro atau 1,5 trilyun Rupiah ini diharapkan bisa menstimulasi perekonomian wilayah yang terkena dampak konflik Irlandia Utara. Usaha yang sepertinya akan berhasil. 100.000 tiket masuk telah terjual. Satu tiket seharga 16,25 Euro atau sekitar 200.000 Rupiah. Untuk tahun pertama, diharapkan akan hadir 425.000 pengunjung.

Dari galangan kapal hingga tenggelam

Para pengunjung bisa memperoleh informasi dari pembangunan hingga tenggelamnya kapal pesiar tersebut. Museum didirikan di sebelah galangan kapal Haarland&Wolff, yang dulu membangun kapal yang beratnya hampir 47.000 ton tersebut. 2 April 1912, kapal Titanic untuk pertama kalinya diuji coba di atas air. Delapan hari kemudian, Titanic melakukan pelayaran perdananya dari pelabuhan Southampton di Inggris.

Bentuk gedung museum berlantai enam tersebut mengingatkan pada empat haluan kapal Titanic. Arsitek Paul Crowe menempatkan 2000 pelat aluminium pada bagian luar gedung, yang terlihat seperti gunung es.

Titanic aufgenommen am 10 April 1912 in Southampton, England

Foto kapal Titanic 10 April 1912 di Southampton

Konsep pameran interaktif

Pada bagian dalam museum tidak akan ditemukan lemari-lemari kaca yang membosankan. "Ini bukan museum, melainkan pengalaman", tegas pimpinan bagian pemasaran Clare Bradshaw. "Kami khususnya ingin menggelitik emosi pengunjung dan memungkinkan mereka untuk mengerti sendiri ceritanya." Melalui bantuan gambar buatan komputer, sarana audio, efek khusus dan layar sentuh interaktif, sejarah dihidupkan kembali. Misalnya kamar kelas satu yang mewah dikonstruksi ulang, begitu juga kamar sempit kelas tiga dengan tempat tidur susun. Pelayaran perdana bisa ditonton di layar terbuat dari kaca.

Ada "lorong 3 dimensi" yang memungkinan pengunjung untuk mengikuti perjalanan virtual langsung dari ruang mesin ke geladak kapal dan anjungan. Di bagian museum yang mengetengahkan tenggelamnya kapal Titanic, lampu di ruangan tersebut dibuat temaram dan suhu ruangan didinginkan agar semakin terasa suasana mencekam di malam tragedi itu. Di dua lantai teratas ditampilkan ruangan jamuan makan malam, yang memainkan peranan besar dalam film bioskop Titanic bersama Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet, tahun 1997 lalu.

kle/SC/Vidi Legowo-Zipperer (afp, ap, dpa, rtr)

Laporan Pilihan