1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Murah dan Nyaman - Tinggal Bersama Orang Tua

Banyak mahasiswa dan mahasiswi dari keluarga kurang mampu di Jerman memutuskan tinggal bersama orang tua selama masa pendidikan mereka. Kenapa dan bagaimana kehidupan mereka?

default

Andrea Rutsch menyapa anak perempuannya, Tina Rutsch, seorang mahasiswi di Universitas Koeln. Andrea bertanya apakah pacar Tina yang bernama Johannes juga sedang ada di rumah itu. Kedua orang tua Tina bekerja seharian. Saat orang tuanya bekerja, rumah sepenuhnya menjadi milik Tina.

Mungkin karena tidak menghabiskan waktu seharian bersama, maka hubungan Tina dan orang tuanya terjalin sangat baik. Tina bercerita, "Hal yang menjengahkan adalah pertanyaan-pertanyaan : Mau kemana? Dengan siapa? Kapan pulang ke rumah? Atau pertanyaan : Bikin apa saja? Terkadang orang juga tidak ingin menjawab pertanyaan. Tetapi selebihnya kami harmonis."

Sepertiga dari seluruh mahasiswa dan pelajar perguruan tinggi di Jerman tinggal di apartemen sendiri. Ada yang tinggal di asrama atau menyewa satu tempat tinggal bersama. Tapi ada juga yang memutuskan untuk tetap tinggal bersama orang tua mereka.

Tina Rutsch, 21 tahun adalah mahasiswi jurusan Pedagogik di Universitas Koeln, semester ketiga. Seperti kakak perempuannya, setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Tina memutuskan untuk sementara masih tinggal di rumah orang tuanya menempati kamar yang sejak kanak-kanak menjadi kamarnya. Alasan Tina, "Karena murah dan nyaman tinggal bersama orang tua. Saya butuh banyak waktu terkait pendidikanku dan di rumah orang tua saya bisa mendapatkannya daripada misalnya saya tinggal sendirian."

Tetapi dengan masih tinggalnya dia di rumah orang tuanya, Tina jadi tidak lebih sering berada di lingkungan mahasiswa. Tina berdalih, "Yang lain juga masih tinggal bersama orang tua mereka. Atau kalau usianya lebih tua dariku, mereka tidak lagi tinggal di rumah orang tua."

Symbolbild Hotel Mama Muttersöhnchen Abnabelung

Argumen lain yang dikemukakan banyak mahasiswa yang masih tinggal bersama orang tua adalah mahalnya biaya sewa apartemen di kota Koeln. Mahasiswa juga masih harus membayar biaya pendidikan sebesar 500 euro persemester, paling tidak hal itu berlaku di negara bagian Nordrhein Westfalen. Bagi Tina, tidak masalah dirinya masih tinggal di rumah orang tua. Dia mengaku sebagai orang yang senang berada di lingkungan keluarga.

Johannes, kawan dekat Tina, mengambil pendidikan Desain Industri di kota Braunschweig. Di sana dia tinggal di sebuah apartemen bersama. Johannes tahu hanya dua dari rekan mahasiswanya yang tinggal di apartemen sendiri. Selebihnya ada yang masih berumah dengan orang tua atau tinggal di asrama mahasiswa. Menurut Johannes, "Saya yakin banyak dari mahasiswa yang agak takut mengambil alih tanggung jawab dirinya karena tinggal sendiri, berarti sedikit banyaknya harus mengurusi segala sesuatu sendiri."

Di Jerman ada istilah ‚Hotel Mama' yang mengacu pada kondisi di mana anak yang sudah memasuki usia yang dianggap mampu mandiri, tetap tinggal dan diurusi oleh orang tuanya.

Bagi orang tua Tina, hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak membuat mereka ingin agar Tina masih tinggal bersama untuk beberapa tahun ke depan. Andrea Rutsch, "Jadi tidak sia-sia memasak masakan enak, memakannya bersama di meja besar. Kami bisa duduk lama dan ngobrol. Itu menyenangkan. Saya tidak merasa sebagai Hotel Mama."

Svenja Ülig / Rara Tauchmann
Editor : Edith Koesoemawiria