1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Misteri Dua Penumpang Pesawat Malaysia yang Hilang

Malaysia, hari Senin (10/3) mengatakan hingga hari kedua pencarian, masih belum ada tanda-tanda keberadaan puing pesawat yang hilang bersama 239 penumpang. Misteri muncul terkait identitas dua penumpang.

Terobosan cukup penting muncul hari Minggu lalu ketika sebuah pesawat yang menjelajahi perairan di selatan Vietnam – yang merupakan bagian dari tim pencarian internasional – menandai dua titik, demikian kata para pejabat yang mengatakan bahwa itu bisa jadi adalah puing-puing Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370.

Namun pihak otoritas Malaysia mengatakan masih belum bisa dipastikan itu berasal dari Boeing 777 yang menghilang dari layar radar pada Sabtu dinihari, satu jam setelah meninggalkan Kuala Lumpur dalam penerbangan menuju Beijing.

“Tapi sayangnya, ibu-ibu dan bapak-bapak, kami belum menemukan apapun yang kelihatannya adalah bagian dari pesawat, apalagi pesawat itu sendiri,” kata kepala badan penerbangan Malaysia Azharuddin Abdul Rahman.

“Ini adalah misteri pesawat hilang yang belum pernah terjadi sebelumnya – itu membingungkan dan kami sedang meningkatkan upaya untuk melakukan apa yang harus kami lakukan,” kata dia dalam konferensi pers.

Media Cina mengecam

Lebih dari 50 warganegara Cina termasuk diantara penumpang yang hilang dan media milik pemerintah Beijing hari Senin mengecam Malaysia dan maskapai penerbangan nasional itu terkait cara mereka mengangani krisis.

“Pihak Malaysia tidak bisa melalaikan tanggungjawab mereka,” tulis harian Global Times, yang dikenal dekat dengan Partai Komunis Cina, dalam editorial mereka. “Respon awal Malaysia tidak cukup cepat.”

Sebanyak 40 kapal dan 34 pesawat terbang dari berbagai Negara Asia Tenggara, Cina, dan Amerika Serikat terlibat dalam pencarian, dengan dua pesawat pengintai Australia juga ikut terlibat.

Pejabat Malaysia sebelumnya mengatakan ada kemungkinan bahwa MH370 terbang balik ke arah Kuala Lumpur.

Kemungkinan teror

Pesawat, dengan kapten pilot veteran Malaysia Airlines (MAS) yang memiliki pengalaman terbang meyakinkan itu , tidak mengirimkan pesan tanda bahaya, sementara cuaca pada saat itu dinyatakan dalam keadaan baik.

Malaysia telah memunculkan kemungkinan serangan teror, setelah paling sedikit dua penumpang yang berada di dalam pesawat ditemukan telah menggunakan paspor palsu untuk membeli tiket dan ikut dalam penerbangan.

Tapi Azharuddin tak bisa memberikan banyak jawaban. Ketika ditanya apakah mungkin pesawat itu dibajak atau hancur di udara, ia hanya mengatakan bahwa kemungkinan-kemungkinan itu tidak bisa dikesampingkan.

“Kami mencari ke setiap sudut. Kami mencari ke setiap aspek dari apa yang mungkin bisa terjadi,” kata dia. ”Sekali lagi, kita harus mendapatkan bukti nyata… kita harus menemukan pesawat.“

Berpenampilan Asia

Sejumlah pertanyaan berputar tentang bagaimana paling tidak dua penumpang berada dalam pesawat dengan paspor curian, memicu penyelidikan ke arah kemungkinan kaitan dengan terorisme dan penyelidikan mengenai penjualan paspor itu di Thailand – di mana dokumen itu hilang dicuri dua tahun lalu.

Dua nama Eropa – Christian Kozel, seorang warganegara Austria, dan Luigi Maraldi warga Italia – ada dalam daftar penumpang yang tercatat, tapi keduanya tidak berada di pesawat.

Menteri Dalam Negeri Malaysia Zahid Hamidi mengatakan bahwa kedua penumpang yang menggunakan paspor itu, berpenampilan wajah Asia.

“Saya masih bingung kenapa (petugas imigrasi) tidak berpikir: seorang Italia dan Austria tapi dengan wajah Asia,” kata Zahid yang dikutip kantor berita Bernama.

Interpol telah mengkonfirmasi bahwa ”paling sedikit dua paspor” yang tercatat dalam database Stolen and Lost Travel Documents, dipakai oleh para penumpang dalam penerbangan Malaysia tersebut.

Amerika Serikat telah mengirimkan tim FBI untuk membantu penyelidikan mengenai para penumpang, namun para pejabat AS menekankan bahwa sejauh ini masih belum ada tanda-tanda aksi terorisme.

ab/as (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan