1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Misi Bundeswehr di Mali Akan Diperluas

Misi Bundeswehr di Mali akan diperluas. Menteri Pertahanan Jerman de Maiziére mengumumkan, Jerman akan membantu Perancis dalam pengisian bahan bakar jet tempur.

ARCHIV: Ein Transportflugzeug der Luftwaffe vom Typ Transall C-160 ueberfliegt den Fliegerhorst Hohn bei Rendsburg (Foto vom 04.10.11). Deutschland wird den Militaereinsatz in Mali logistisch unterstuetzen. Dazu stehen ab sofort zwei Transportflugzeuge vom Typ Transall bereit, teilte Verteidigungsminister Thomas de Maiziere (CDU) am Mittwoch (16.01.13) in Berlin mit. Diese Flugzeuge sollen zum Transport der Truppen der westafrikanischen Wirtschaftsgemeinschaft (ECOWAS) dienen. Eine direkte Unterstuetzung der franzoesischen Truppen, die in Mali gegen die Islamisten kaempfen, ist nicht vorgesehen. (zu dapd-Text) Foto: Axel Heimken/dapd

Transall Bundeswehr

Di kawasan konflik Mali pasukan Perancis bersama dengan militer Mali semakin berhasil merebut kembali kota-kota penting, yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok Islamis. Pada operasi militer tersebut angkatan bersenjata Jerman Bundeswehr selama ini membantu dengan pesawat transpor „Transall“. Kini Jerman akan memperluas bantuan militer bagi operasi militer internasional di Mali dan mengisi bahan bakar bagi jet tempur Perancis.

Foto: DW/ Katrin Gänsler 19. Januar 2013, Bamako, Mali Bildbeschreibung: Französische Soldaten in Bamako

Bundeswehr dan tentara Perancis latih tentara Mali

"Kami membantu pada sertifikasi yang penting bagi sistem pengisiah bahan bakar dan melakukan hubungan yang erat dengan Perancis.“ Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Jerman Thomas de Maiziere kepada harian ‚Süddeutsche Zeitung', Kamis (31/1). Februari direncanakan semua sudah siap. Bundeswehr memiliki empat pesawat Airbus, yang diubah konstruksinya menjadi pesawat pengisi bahan bakar. De Maiziere akan meminta mandat dari Parlemen Jerman agar bantuan militer itu dapat dikaitkan pengiriman pelatih militer.

Partai SPD dan Partai Hijau Isyaratkan Setuju

Politisi dari Partai Sosial Demokrat (SPD) dan Partai Hijau mengisyaratkan setuju untuk keputusan Parlemen Jerman (Bundestag) mengenai hal tersebut.

SPD pada dasarnya bersedia „ikut memberikan mandat“ yang selaras dengan kepentingan Jerman dan memiliki arti bagi Jerman, demikian disampaikan pakar pertahanan partai SPD Rainer Arnold kepada harian ‚Süddeutsche Zeitung.' Kini harus dijelaskan bagaimana bentuk pelaksanaannya. Juga pakar pertahanan Partai Hijau Omid Nouripour menunjukkan sikap terbuka untuk bantuan semacam itu. "Jika Perancis meminta tambahan lagi, maka itu harus dikaji dengan amat cermat,“ kata Nouripour kepada kantor berita Reuters. Meski demikian tugas itu kemungkinan besar terkait dengan mandat. Sementara De Maiziere mengatakan, Bundestag sebaiknya bertindak segera setelah Februari di Brussel dan Berlin agar keputusan terkait hal itu segera diambil.

LANDSBERG, GERMANY - MARCH 24: A German Transall C-160 Military plane rolls on an airfield after the return from a mission in Sudan, Africa, on March 24, 2006 at the airbase in Penzing near Landsberg, Germany. The mission in Sudan called African Union Mission in Sudan (AMIS), and is the support to move 500 soldiers from Tschad to Sudan. (Photo by Jan Pitman/Getty Images)

Transall C-160 Bundeswehr

Selama ini Jerman mendukung tugas pasukan Afrika di Mali secara logistik dengan beberapa pesawat transpor. Selain itu direncanakan pengiriman 40 pelatih militer Jerman sebagai bagian tugas pelatihan Uni Eropa ke Mali untuk membangun kembali tentara-tentara Mali yang porak poranda. Tugas Uni Eropa itu akan dimulai Maret mendatang. Menteri Pertahanan Jerman itu optimis, bahwa mandat Bundestag akan dikeluarkan awal Maret.

Sementara itu Perancis mendukung pertimbangan pengiriman pasukan perdamaian PBB ke Mali. Gagasan itu sangat positif, dan Perancis tentu saja akan ikut berperan. Demikian diumumkan Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian dalam sebuah wawancara radio. Menurut keterangan lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan PBB dalam waktu dekat akan mulai melakukan pembicaraan mengenai pengiriman pasukan helm biru tersebut. Sebuah pasukan di bawah pimpinan PBB memiliki keuntungan dibanding pasukan yang dipimpin Afrika, karena dapat mengawasi dengan lebih baik dipatuhinya hak-hak asasi manusia. Selain itu PBB dapat menentukan, negara-negara mana yang terlibat dalam pasukan itu, demikian keterangan dari lingkungan PBB.

Laporan Pilihan