1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Misi Berawak NASA ke Mars Terancam Gagal

Badan Antariksa AS, NASA ditengarai tidak akan berhasil mewujudkan misi penjelajahan berawak ke planet Mars. Model kebijakan yang saat ini diusung diduga adalah penyebabnya.

Badan Antariksa AS, NASA, mendapat peringatan, bahwa misinya untuk mengirimkan manusia ke planet Mars bisa gagal jika belum merombak metode dan strateginya untuk merambah planet merah itu.

Dalam laporannya, Dewan Penelitian Nasional (NRC), menganjurkan agar pemerintah di Washington menggunakan strategi "batu pijakan," untuk mewujudkan penerbangan berawak ke Mars. Usulan tersebut bisa berarti membangun stasiun di bulan, mempelajari asteroid atau menggenjot kerjasama internasional dengan negara lain seperti Cina.

"Melanjutkan model kebijakan seperti sekarang adalah akan mengundang kegagalan dan kehilangan presepsi internasional jangka panjang, bahwa penerbangan antariksa berawak adalah kemampuan terbaik Amerika Serikat," tulis NRC dalam laporannya.

NASA Pertahankan Misi Mars

NASA menyambut studi setebal 286 halaman itu. Badan antariksa itu juga mengaku hasil temuan NRC selaras dengan rencana Mars miliknya yang telah disetujui Kongres dan pemerintahan Presiden Barack Obama.

Badan itu berjanji akan "mempelajari laporan dan semua rekomendasi yang tercantum dengan seksama," namun bersikeras akan tetap membidik penerbangan berawakan manusia ke Mars sebagai perspektif jangka panjang.

"Cakrawala buat penjelajahan manusia di antariksa adalah Mars. Semua program luar angkasa berjangka panjang, milik semua mitra potensial kami, selalu mengandung target tersebut," tulis NASA dalam pernyataannya.

Dana Besar dan Risiko Nyawa Astronot

"Program berkelanjutan dalam penjelajahan antariksa harus memiliki sasaran 'cakrawala' yang memberikan fokus jangka panjang." NASA menilai target semacam itu tidak akan terganggu oleh kegagalan teknis atau kecelakaan selama program dipersiapkan.

Hingga saat ini NASA cuma mampu mengirimkan misi nirawak yang dilengkapi dengan robot rover ke Mars. Terakhir badan antariksa AS itu menjalankan misi Curiosity di Mars yang telah menelan biaya 2,5 miliar US Dollar.

Sementara robot roover lain yang dimiliki NASA, Opportunity telah menjalankan misi sejak lebih dari 10 tahun. Namun penjelajahan antariksa untuk mencapai bagian luar tata surya membutuhkan persiapan lama, dana sebesar ratusan miliaran Dollar dan "risiko besar terhadap nyawa manusia," tulis NRC dalam laporannya.


rzn/ab (afp,rtr)

Laporan Pilihan