1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Meski Nilainya Jatuh, Euro sebagai Cadangan Devisa Masih Aman

Sejak diberlakukan sebelas tahun lalu, pangsa mata uang Euro dalam cadangan devisa internasional terus meningkat. Akhir tahun 2009 jumlahnya mencapai 28 persen.

default

Sejak awal tahun 2010 ini kurs mata uang Euro terhadap Dollar turun sampai 20 persen. Sentral Bank di seluruh dunia merugi sampai 300 miliar Dollar. Meski begitu, posisi mata uang Euro sebagai cadangan devisa tidak terancam kata Nicolaus Heinen, pakar devisa Deutsche Bank. "Sangat penting untuk membedakan antara perkembangan jangka pendek dalam nilai tukar antara Euro/Dollar. Nilai tukar ini mencerminkan suasana hati para investor dan para pelaku pasar keuangan hari itu. Di pihak lain, ada sejumlah keputusan investasi jangka panjang Bank-bank Sentral dan negara yang memiliki Euro sebagai cadangan devisa."

Dari 27 negara Uni Eropa, hanya sebagian menggunakan mata uang Euro. Negara lainnya banyak yang menggunakan Euro sebagai cadangan devisa.

"Negara-negara ini terutama adalah negara Eropa Timur dan mereka membutuhkan Euro untuk mata uang yang digunakan sebagai modal. Artinya, mereka menggunakan Euro untuk melakukan intervensi di pasar keuangan agar nilai tukar nasionalnya terhadap Euro tetap stabil. Di luar itu, masih ada pasar negara berkembang. Di samping Dollar, mereka juga memasukkan Euro ke portfolio cadangan devisanya," dijelaskan Nicolais heinen.

Salah satu negara yang memiliki cadangan devisa Euro adalah Cina. Negara tirai bambu memiliki 515 miliar Euro dalam bentuk surat berharga. Akhir Mei lalu, sebuah laporan harian "Financial Times" menyebabkan nilai mata uang Euro terpuruk. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa ada kemungkinan Cina melepas sebagian cadangan mata uang Euronya sebagai reaksi atas krisis utang di Eropa. Beijing langsung menepis isi laporan tersebut. Bank Sentral Cina menyatakan, Eropa tetap merupakan pasar penting untuk investasi Cina. Pasar keuangan bereaksi dan nilai mata uang Euro kembali naik. Contoh ini menggarisbawahi betapa pernyataan publik dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang tertentu.

Pada kenyataannya, negara yang sudah memiliki cadangan devisa Euro tidak akan melepas persediaannya dengan cepat. Pasalnya, ini akan menurunkan seluruh nilai portfolio devisanya. Menurut Nicolaus Heinen, Bank Sentral Arab Saudi dan Emirat Arab yang juga memiliki cadangan Euro tidak akan melepasnya begitu saja. "… karena mata uang Euro terlalu penting, transaksi besar-besaran di pasar devisa mungkin menggoyahkan nilainya. Jadi kalau mereka melemparnya ke pasar, negara pemilik cadangan devisa Euro akan rugi sendiri."

Meski para pemilik cadangan devisa Euro akan mempertahankan mata uang untuk jangka pendek, tapi untuk jangka panjang negara-negara itu akan mencari alternatif lain untuk menandam modal. Salah satu saingan kuat untuk mata uang Euro datang dari Timur Jauh, kata pakar devisa Heinen.

Danhong Zhang/Ziphora Robina
Editor. Edith Koesoemawiria