1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Mesir Serang IS di Libya

Mesir lancarkan serangan udara ke posisi Islamic State di Libya sebagai reaksi atas pemancungan 21 warga Mesir. Presiden Mesir menegaskan milisi IS di Libya menjadi ancaman bagi dua negara.

Markas Komando Angkatan Bersenjata di Kairo secara resmi mengumumkan, angkatan udara Mesir melancarkan serangan ke posisi milisi pendukung Islamic State di Libya Senin (16/02/15) pagi waktu setempat. Disebutkan, serangan udara itu sebagai reaksi sepadan atas pembunuhan massal 21 warga Kristen Koptik Mesir oleh milisi teror Libya yang berafiliasi dengan IS.

Video pemancungan massal sandera kaum Koptik Mesir oleh kelompok militan Libya yang berafiliasi dengan Islamic State dilansir hari Minggu (15/02/15) petang. Milisi Libya menangkap 21 warga Koptik Mesir itu bulan Desember dan Januari lalu di kota Sirte. Aksi pembunuhan massal ini merupakan yang pertama terjadi di luar dua negara kawasan inti gerakan IS, yakni Suriah dan Irak.

"Serangan udara Mesir menjadi balasan bagi pertumpahan darah yang dilakukan para pembunuh," demikian pernyataan angkatan udara Mesir. Dilaporkan semua pesawat terbang yang membom gudang senjata dan kamp pelatihan teroris kembali dengan selamat.

Mesir serukan lawan teroris

Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sissi mengutuk aksi brural terhadap warganya. "Mesir dan seluruh dunia akan terus memerangi kelompok ekstrimis yang mengusung ideologi radikal. Aksi pengecut pembunuhan warga sipil Mesir itu tidak akan melunturkan tekad bulat kami," ujar Al-Sissi.

Dalam pidato nasional Minggu malam, presiden Mesir mengumumkan masa duka cita selama 7 hari terkait pembunuhan massal warga Mesir itu. Al-Sissi mengulang seruannya kepada rakyat Mesir untuk bangkit melawan teroris. "Kelompok milisi teror itu mengancam keamanan Mesir serta Libya," ujar dia.

Dewan Keamanan PBB juga melontarkan kecaman keras tindakan pengecut dan brutal milisi yang berafiliasai dengan IS di Libya, terhadap 21 sandera warga Mesir itu. Pimpinan Universitas Al Azhar di Mesir juga mengutuk pembunuhan massal itu. "Aksi brutal semacam itu tidak ada kaitan dengan agama Islam dan melanggar nilai-nilai kemanusian," ujar pernyataan dari universitas Islam terkemuka di Kairo itu.

as/yf(rtr,afp,dpa,ap)

Laporan Pilihan