1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Merkel dan Hollande Berbeda Pandangan

Dengan niat untuk menegosiasikan Pakta Fiskal, Presiden Perancis Hollande berkunjung ke Berlin. Namun Kanselir Angela Merkel tidak akan melonggarkan paket penghematan Eropa.

Perjalan luar negeri pertama Francois Hollande hampir saja gagal akibat badai. Dalam perjalanan ke Jerman, dengan alasan keamanan pesawat yang ditumpanginya terpaksa harus kembali ke Paris setelah tersambar petir. Tapi seperti yang ditunjukkannya, Selasa pagi (15/05), saat melakuan parade di atas mobil bak terbuka di bawah guyuran hujan, Hollande menyelesaikan tugasnya dengan disiplin penuh. Menggunakan pesawat baru, presiden berusai 57 tahun ini akhirnya tiba di Berlin, terlambat satu setengah jam.

“Mungkin ini pertanda baik bagi kerjasama,“ canda Kanselir Jerman Angela Merkel, mengacu pada sambaran petir yang di Perancis merupakan kiasan, coup de foudre, yang berarti “cinta pada pandangan pertama“. Kanselir Jerman tahu bahwa ia harus sesegera mungkin menjalin hubungan kerja yang baik dan erat dengan Hollande. Tapi itu bukan hal yang mudah mengingat besarnya perbedaan pandangan politik diantara keduanya.

Jabat Tangan Bukan Ciuman

Seperti layaknya kunjungan kenegaraan, Merkel menunggu kedatangan tamu di depan kantornya dengan karpet merah dan barisan kehormatan. Tidak seperti pada pertemuan Merkel dan mantan Presiden Nicolas Sarkozy, tidak ada cium pipi. Pertemuan di Berlin berlangsung selama dua jam. Dibicarakan tentang pentingnya hubungan Jerman Perancis yang baik, dikatakan Merkel dan Hollande kepada sejumlah wartawan.

Namun di luar semua pernyataan persahabatan, kontinuitas, rasa hormat dan persamaan, setelah pertemuan pertama di Berlin ini terlihat jelas betapa berbedanya ke dua pemimpin dalam melihat masa depan Eropa. Hollande berkeinginan untuk menegosiasikan kembali paket fiskal mengenai disiplin anggaran. “Saya telah menyatakan bahwa itu adalah keinginan saya bahwa pertumbuhan bukan hanya kata-kata kosong, tetapi sesuatu yang benar-benar dapat dilihat,“ dikatakan Presiden Hollande.

Pada KTT Khusus Uni Eropa, 23 Mei mendatang, serta pada KTT reguler pemimpin Uni Eropa akhir Juni, semua masalah harus didiskusikan, dikatakan Hollande. “Mengenai peningkatan daya saing, investasi di masa depan, dana dan obligasi Euro, semuanya harus dibicarakan secara terbuka.“

Bagaimanapun Merkel tidak berniat untuk melonggarkan paket fiskal. Dan mengenai kemungkinan pakta pertumbuhan, Merkel memiliki gagasan lain dibanding tamunya dari Paris. “Pertama, pertumbuhan adalah istilah umum. Pertumbuhan harus mencapai masyarakat dan itulah mengapa saya senang telah disepakati bahwa kita dengan gagasan yang berbeda akan membicarakan bagaimana pertumbuhan ini bisa diraih. Memang ada satu atau perbedaan lainnya. Tapi saya tidak ragu akan adanya kesamaan,“ dikatakan Kanselir Angela Merkel.

Sedikitnya terdapat satu persamaan pendapat sehubungan masalah Yunani. Merkel dan Hollande menekankan keinginan agar Yunani tetap berada di Zona Euro. Perancis dan Jerman akan melakukan segalanya untuk membantu pertumbuhan Yunani. Namun, Yunani juga diharuskan untuk berkomitmen terhadap reformasi. Menurut Merkel dan Hollande, pemilu yang harus kembali digelar di Yunani pada bulan Juni akan menjadi penentu keberadaan negara ini di Zona Euro. Dan warga Yunani harus menyadari hal ini.